Tim 911 Hotman Paris Dukung Penuh Kejari Palembang Tuntut Keadilan Keluarga Korban Pembunuhan Siswi SMP
JPU Kejari Palembang mendapat dukungan penuh dari keluarga korban kasus pembunuhan dan rudapaksa oleh 4 ABH.-Foto: Fadli/sumeks.co -
Dan kalaupun pihak keluarga terdakwa tidak ada permintaan maaf, lanjut Zahra pihak keluarga korban juga tidak akan memaafkan.
Diberitakan sebelumnya, didakwa pasal berlapis empat Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) kasus pembunuhan dan rudapaksa siswi SMP di Talang Kerikil Palembang bakal melakukan perlawanan dengan mengajukan nota keberatan (eksepsi).
Hermawan, selaku kuasa hukum para terdakwa ABH usai mendengarkan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang tegas menyatakan eksepsi.
"Atas dakwaan itu, jelas kami berkeberatan dan mengajukan Eksepsi secara tertulis yang akan dibacakan pada sidang besok," ungkap Hermawan diwawancarai usai sidang.
Sedikit dibeberkannya, ada beberapa poin dakwaan yang di bacakan oleh JPU terhadap kliennya empat ABH itu kabur, tidak jelas dan tidak lengkap yang tidak berkesesuaian dengan faktanya.
Saat disinggung mengenai peran dari masing-masing ABH, ia enggan mengomentari hanya saja hal itu akan dibuktikan dan diuraikan secara lengkap dalam eksepsi nantinya.
Karena, menurut Hermawan untuk peran terdakwa seperti apa dan bagaimana perbuatannya itu ada atau tidak telah masuk dalam pokok perkara dalam pembuktian persidangan.
"Yang pasti besok akan kita uraikan seluruhnya dalam Eksepsi," tukasnya.
Sementara itu, sidang pembacaan dakwaan terhadap para terdakwa ABH berlangsung lebih dari 3 jam di ruang sidang anak di Pengadilan Negeri (PN) Palembang dan digelar tertutup untuk umum.
Dari informasi yang dihimpun, masing-masing terdakwa yakni IS (16), MZ (13), NS (12) dan AS (12) didakwa oleh JPU Kejari Palembang dengan dakwaan berlapis.
BACA JUGA:7 Fakta Memilukan Kasus Pembunuhan dan Rudapaksa Siswi SMP di Pemakaman Talang Kerikil Palembang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: