Ditreskrimsus Polda Sumsel Ikut Studi Kaji Penyaluran Pupuk Bersubsidi ke Jateng

Ditreskrimsus Polda Sumsel Ikut Studi Kaji Penyaluran Pupuk Bersubsidi ke Jateng

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Hadi Syaifudin SE melaksanakan kegiatan studi kaji pelaksanaan dan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi ke Pemprov Jateng. Foto: dokumen/sumeks.co--

SEMARANG, SUMEKS.CO - Keberhasilan Pemprov Jateng yang empat kali berturut-turut diganjar penghargaan nasional dalam penyaluran pupuk bersubsidi coba diterapkan di Provinsi Sumsel. 

Nah, dipimpin Kepala Biro Perekonomian H Afrian Joni yang di dalamnya turut serta Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Hadi Syaifudin SE melaksanakan kegiatan studi kaji pelaksanaan dan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi ke Pemprov Jateng. 

Rombongan diterima langsung oleh Sekda Jateng, Sumarno SE MM di ruang rapat Setdaprov Jateng. Dilanjutkan dengan paparan oleh Asisten 2 bidang pembangunan Provinsi Jateng, Peni Rahayu. 

Dia menyampaikan jika pengawasan pupuk bersubsidi di Jateng saat ini dibuat berdasarkan sistem. 

BACA JUGA:Hadapi Nataru, Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Sumsel Jaga Kestabilan Harga Pangan

Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi. 

"Saat ini juga kami telah mengajukan kajian dan telah di setujui Kemenkeu dalam hal pemberlakuan satu harga pupuk," sebutnya. 

Selain itu, menurut Peni pihaknya juga memberikan subsidi secara langsung ke petani, yang bertujuan mengantisipasi terjadinya penyimpangan. 

Sebelumnya, Karo Perekonomian Pemprov Sumsel, H Afrian Joni berharap agar keberhasilan dari pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi di Jateng ini bakal juga ditetapkan di Sumsel. 

BACA JUGA:Ditreskrimsus Polda Sumsel Bongkar Praktik Penimbunan Solar Subsidi, Dibeli di SPBU Perbatasan Wilayah

"Kalau secara normatif penyaluran pupuk bersubsidi di Jateng ini ada kesamaan dengan di Sumsel. Dari hasil studi kaji ini nantinya akan kita lihat faktor-faktor apa saja yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan dan kelangkaan dari pupuk bersubsidi ini," sebut Afrian Joni.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: