Mantan Gubernur Sumsel Herman Deru Dinonaktifkan dari Pengurus PBNU, Ada Apa?

Mantan Gubernur Sumsel Herman Deru Dinonaktifkan dari Pengurus PBNU, Ada Apa?

Terlibat politik praktis 63 pengurus PBNU dinonaktifkan, salah satunya mantan Gubernur Sumsel, Herman Deru. --

"Surat Keputusan ini dibuat sebagai penegasan dari PBNU atas permohonan nonaktif mereka," lanjutnya. 

BACA JUGA:Mantan Ketum PBNU Said Aqil Siradj Buka Suara Soal Al Zaytun: Negara Tak Boleh Kalah dan Harus Berani

Sementara itu, lanjut dia, di jajaran Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah terdapat lima orang caleg dan 11 orang yang masuk tim capres.

Diantaranya, KH. Ma’shum Faqih (Timnas Amin), Khofifah Indar Parawansa (TKN Prabowo-Gibran), dan KH. Mustofa Aqil Siradj (TPN Ganjar-Mahfud).

Ada pula nama Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis, Yenny Wahid, yang juga menjadi timses capres-cawapres pada pilpres 2024.

BACA JUGA:LF PBNU Nyatakan Salat Khusuf Gerhana Bulan Penumbra Tak Disunnahkan, Tolak Perintah Rasulullah SAW?

Menanggapi penonaktifan tersebut, Yenny Wahid mengatakan dirinya sudah mengajukan cuti sejak tahun lalu. Pengajuan cuti itu dilakukan dengan kesadaran diri karena membaca peraturan organisasi.

Yenny mengaku tidak hanya di PBNU, pengajuan cuti juga ia lakukan di yayasan Wahid Foundation. ”Karena saya ingin lembaga tetap terjaga netralitas dan marwahnya,” kata Yenny.

"Semua fungsionaris tersebut adalah nama-nama yang secara resmi tercatat sebagai calon legislatif atau tim sukses calon presiden dan wakil presiden," tutupnya.(*) 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: