Herman Deru: Pembangunan Jembatan Muara Lawai Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Penopang Ekonomi Rakyat

Herman Deru: Pembangunan Jembatan Muara Lawai Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Penopang Ekonomi Rakyat

Gubernur Sumsel H. Herman Deru menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan swasta dalam pembangunan Jembatan Muara Lawai demi kelancaran ekonomi masyarakat.--

SUMEKS.CO - Pembangunan infrastruktur tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga sebagai roda penggerak ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru dalam acara penandatanganan berita acara kesepakatan rekonstruksi Jembatan Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sabtu 30 Agustus 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan ulang jembatan yang ambruk akibat faktor usia dan beban kendaraan berat ini merupakan wujud nyata kolaborasi positif antara pemerintah dan sektor swasta.

Ia mengapresiasi langkah cepat Asosiasi Pertambangan Batubara Sumsel yang bersedia menanggung penuh biaya pembangunan senilai Rp20 miliar.

BACA JUGA:Dukung Pembangunan Banyuasin, Herman Deru Prioritaskan Listrik Andal dan Jalan Mulus

BACA JUGA:HUT Pramuka ke-64, Gubernur Herman Deru: Pramuka Garda Terdepan Ketahanan Bangsa

“Syukur alhamdulillah, Asosiasi Pertambangan Batubara langsung menyatakan kesediaannya membangun ulang. Ini bukti kepedulian dan rasa tanggung jawab yang besar,” kata Herman Deru.


Momen penandatanganan berita acara kesepakatan rekonstruksi Jembatan Muara Lawai di Kecamatan Merapi Timur, Lahat, antara Pemerintah Provinsi Sumsel, BPJN, dan Asosiasi Pertambangan Batubara.--

Menurutnya, pembangunan ini tidak boleh dianggap sebagai kewajiban sepihak. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Jembatan Muara Lawai yang menjadi jalur vital distribusi hasil tambang sekaligus jalur utama masyarakat, diharapkan dapat kembali berfungsi dalam waktu 210 hari ke depan.

“Saya harap tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat. Konstruksi modern harus memperhatikan faktor ketahanan. Jembatan ini harus lebih kuat dibanding jembatan lama yang dibangun sejak 1980-an,” ujar Herman Deru.

BACA JUGA:Herman Deru Dorong Pemda Kuatkan Digitalisasi untuk Reforma Agraria Berkelanjutan

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Tegaskan Dukungan Penuh untuk Suksesnya Karang Asem Festival 2025

Gubernur juga menegaskan bahwa proses pembangunan harus diawasi ketat oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumsel bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait