Banjir Rawas Ilir Masih Melanda, Warga Sebut Peristiwa 1982 Akan Terulang

Banjir Rawas Ilir Masih Melanda, Warga Sebut Peristiwa 1982 Akan Terulang

Bencana Banjir masih terjadi di wilayah Rawas Ilir, Kabupaten Muratara. Foto: Zul/sumeks.co--

BACA JUGA:Bikin Mewek, Beredar Video Ojol Bawa Anak yang Sakit Saat Bekerja Banjir Doa Warganet.

"Wilayah Rawas Ilir merupakan daerah pertemuan antara Sungai Rawas dan Sungai Musi. Kalau air Sungai Musi dalam, otomatis debit Sungai Rawas tertahan kalau bahasa sini air ngetan," ucapnya.

Fenomena itu bahkan bisa memperburuk stuasi yang terjadi, karena bisa membuat aliran sungai Musi meluap dan masuk ke aliran sungai Rawas.

"Apo lagi kalau di hulu hujan lagi, air sungai Musi masuk ke Rawas, kami tambah tenggalam," timpalnya. Terpisah, Camat Rawas Ilir Husin membenarkan jika saat ini sejumlah permukiman warga di wilayah Rawas Ilir masih kebanjiran.

Untuk tingkat ke dalaman cukup bervariasi, mulai dari 1,5 meter hingga 2,5 meter. Pihaknya membenarkan, jika saat ini banyak warga memilih bertahan di rumah. Menginggat 80 persen rumah warga di wilayah ini berkonsep panggung dan terbuat dari material kayu.

BACA JUGA:13.527 KK Jadi Korban Banjir di Muratara, Pj Gubernur Sumsel Sebut Musibah Terparah Sepekan Ini

"Kalau rumah beton depok itu tenggelam, tapi rata rata di wilayah kita Panggung. Untuk saat ini kita terus salurkan bantuan logistik ke masyarakat karena tidak bisa pakai jalur darat kita salurkan pakai perahu," ucapnya.

Menurutnya, banjir masih melanda sejumlah desa seperti Desa Mandi Angin, Beringin Makmur, Kelurahan Bingin Teluk, Desa Pauh dan Translok pauh. "Untuk listrik sebagian sudah dinyalakan, tapi untuk desa yang masih terdampak banjir dalam masih diputuskan sementara," timpalnya.

Sementara itu, Koordinator pendataan Posko Banjir BPBD Kabupaten Muratara, sekaligus stap ahli bidang ekonomi dan pembangunan, Suhardiman mengungkapkan. 

Menurutnya, banjir luapan di wilayah Kecamatan Rawas Ilir, diprediksi akan berlangsung cukup lama. Menginggat situasi banjir di wilayah ini sangat bergantung dengan kondisi dan situasi volume aliran sungai Musi.

BACA JUGA:Banjir Luapan Sungai Musi, Jalan Lintas Sumatera Mura-Muba Ditutup

"Sungai rawas dengan sungai Musi di Rawas Ilir itu sangat dekat, kalau sungai Musi dalam otomatis pengaruh ke sungai rawas. Kalau banjir di Rawas itu bisa berlangsung lama bisa dua minggu-tiga minggu," bebernya.

Pihaknya mengaku, terus melakukan koordinasi terkait dampak bencana banjir di Muratara. Dan memaksimalkan, untuk penanganan dampak banjir mulai dari posko dapur umum dan lainnya. 

Sementara itu, BMKG Provinsi Sumsel baru baru ini Minggu (21/1) 2024, kembali mengeluarkan peringatan dini di web resmi BMKG Sumsel. 

Agar warga tetap Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: