Trend Mukbang Hingga Makan Hahu Hoheng, Tahu Goreng Dengan Bumbu Pedas, Bagaimana Islam Memandang?

Trend Mukbang Hingga Makan Hahu Hoheng, Tahu Goreng Dengan Bumbu Pedas, Bagaimana Islam Memandang?

Seorang pria makan mie dalam porsi yang besar atau Mukbang.--net

SUMEKS.CO - Trend zaman terus berubah-ubah menyesuaikan generasi. Selain itu, adanya trend merupakan dampak dari arus globalisasi yang super cepat.

Percepatan perubahan era menuntut setiap orang untuk belajar agar menjadi manusia yang lebih modern. Manusia beradaptasi dengan trend terbaru yang hadir dalam masyarakat.

Contohnya trend restoran robot di jepang, trend fashion ala Korea hingga trend makan dalam porsi besar atau biasa dikenal dengan nama Mukbang.

Mukbang ini berasal dari Korea yang dalam ejaan Korea artinya "siaran makan".

BACA JUGA:13 Desember 2023 Matahari-Bulan Terbit Serentak dengan Hujan Meteor, Langit Gelap Tanpa Cahaya, Pertanda Apa?

Trend ini melanda seluruh penjuru negeri tak terkecuali Indonesia. Mukbang bahkan masih banyak peminatnya hingga hari ini.

Tidak hanya Mukbang, dari negeri tirai bambu, China juga didapati trend makan "Hahu Hoheng".

Apa itu "Hahu Hoheng"?. Hahu Hoheng adalah plesetan dari tahu goreng. Plesetan ini adalah hasil dari komen netizen Indonesia.

Ini karena dalam video tersebut, tahu yang baru saja di goreng langsung dimakan dalam keadaan panas. Tentu saat mengatakan sesuatu sekaligus menahan panas di mulut maka ucapannya menjadi tidak jelas.

BACA JUGA: Si Hitam Lambang Kematian? Ini Penjelasan Lengkap Tentang Burung Gagak Menurut Al-Quran

Dilansir dari beberapa sumber, video yang memperlihatkan seorang perempuan menggoreng tahu diatas penggorengan langsung melahapnya tanpa ditiriskan.

Tahu yang baru diangkat dari penggorengan itu langsung dicampur dengan bubuk cabai.

Dari video tersebut, banyak sekali orang-orang yang turut mencoba trend makan tahu goreng panas tersebut.

Tidak sedikit pula yang mengomentari bahwa trend tersebut sangat tidak baik untuk diikuti karena dikhawatirkan akan terjadi masalah pada kesehatan.

BACA JUGA:Geger! 21 Desember 2023 Bumi Disebut Akan Gelap Gulita Karena Dukhon, 3 Tanda Ini Jadi Buktinya

Bagaimana Islam memandang mukbang dan trend makan "Hahu Hoheng" ini?

Mukbang yang kebanyakan memperlihatkan makan dalam porsi besar rupanya perbuatan yang tidak baik dalam Islam. Kenapa?

Hal ini dikarenakan mukbang tidak sesuai dengan adab makan. Al-Qur'an dan hadits telah mengajarkan banyak sekali cara makan yang baik dan benar.

Begitupun dengan trend makan "Hahu Hoheng" ini, trend ini tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah dalam cara makan.

BACA JUGA: Ada Larangan Keluar Pada Waktu Maghrib Bagi Umat Muslim, Fakta Atau Mitos Belaka?

Padahal Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi wa salam telah mengajarkan bahwa setiap muslim wajib memperhatikan apa yang dimakan hingga cara makan.

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 168,

"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu,"

Allah menegaskan kata halal dan baik agar makanan yang sudah dikonsumsi itu dapat membawa manfaat bagi tubuh.

BACA JUGA:Siap-siap! 21 Desember 2023 Bumi Bakal Gelap Gulita, Diprediksi Dukhon dan Tanda Kiamat Terjadi, Benarkah?

Makanan yang halal bisa menjadi tidak baik jika cara makan atau adab makannya salah.

Sama seperti trend Mukbang dan makan "Hahu Hoheng" itu. Mungkin cara mendapatkan makanan yang hendak dikonsumsi itu dengan cara yang halal.

Akan tetapi adab makan yang berlebihan, makan dalam keadaan panas, terlalu pedas, tidak sesuai kebutuhan tubuh itu yang menjadikannya tidak baik.

Disamping itu, makan dalam porsi besar dan tidak sesuai kebutuhan kalori dapat berdampak buruk bagi tubuh.

BACA JUGA:Merusak Tauhid Hingga Tidak Diterima Amalan Shalat Karena Percaya Zodiak

Begitu pun dengan trend makan “Hahu Hoheng” ini. Cara makannya disaat tahu masih sangat panas ditambah bubuk cabai yang sangat pedas sangat tidak dianjurkan.

Makanan panas dan pedas apabila dikonsumsi berlebihan dapat berdampak pada gigi dan lambung. Hal itu sama saja seperti dzalik terhadap tubuh sendiri.

Kedua trend ini sangat berseberangan dengan adab makan yang diajarkan Rasulullah.

Bahkan Rasulullah mengajarkan untuk makan secukupnya agar tubuh tidak malas dalam beribadah.

BACA JUGA:Mengenal Sosok Ulama Berpengaruh di Palestina dan Ditakuti Zionis Israel

Rasulullah juga melarang makan dalam keadaan panas atau meniup makanan panas. Lebih baik makanan ditunggu agar agak dingin baru dikonsumsi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan bahwa perut yang ideal adalah 1/3 berisi makanan, 1/3 berisi cairan atau air dan 1/3 udara. Dalam adab makan yang baik dianjurkan untuk mengambil makanan terdekat.

Nabi Shalallahu alaihi wa salam menganjurkan agar setiap muslim justru tidak berlebihan dalam makan.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk makan pakai tiga jari. Hal itu dimaksudkan agar tidak membuka mulut terlalu lebar dan tidak berlebihan.

BACA JUGA:Hati-Hati Tasyabbuh, Bolehkah Umat Islam Ikut Merayakan Tahun Baru Masehi?

Rasulullah Muhammad SAW juga memberi contoh bahwa berpuasa lebih baik bagi umatnya.

Adab- adab makan yang diajarkan Rasulullah bertujuan untuk menjaga kesehatan umatnya.

Adab makan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam diantaranya ialah :

1. Mencuci tangan sebelum makan

BACA JUGA: Hati – Hati Terhadap Orang yang Hobi Forward Pesan yang Dilarang dalam Islam, Ini Ciri – Cirinya!

Kebersihan sebelum makan perlu diperhatikan agar makanan yang di makan berkualitas ketika masuk ke dalam tubuh. 

2. Membaca basmallah dan berdo’a.

Pentingnya membaca do’a sebelum makan juga salah satu adab makan. Hal ini juga agar makanan yang dimakan tidak ikut dimakan setan.

3. Makan dalam kondisi dudukBACA JUGA:6 Surah Al Quran yang Bisa Dijadikan Sebagai Doa Mustajab Saat Sedang Hadapi Masalah, Dijamin Hati Tenang

Adab makan ketiga adalah makan dalam kondisi duduk. Makan dalam kondisi duduk lebih aman dan bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan ginjal.

Adapun makan dalam keadaan berdiri hanya diperuntukkan ketika kondisi terdesak saja.

Misalnya Nabi SAW pernah makan sambil berdiri karena berada di lorong yang sempit.

4. Tidak Meniup makanan panas

BACA JUGA: Miliki Berjuta Khasiat! Pohon Bidara, Tanaman Surga yang Ada di Dunia

Memakan makanan yang panas dapat menyebabkan gangguan pada gigi, lambung hingga usus. Rasulullah melarang untuk meniup makanan karena dapat menyebabkan bakteri yang masuk ke makanan.

5. Larangan makan terlalu kenyang

Makan terlalu kenyang tidak diperbolehkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Hal ini dijelaskan dalam sabda Nabi SAW,
Nabi Muhammad SAW bersabda:

BACA JUGA:6 Surah Alquran yang Bisa Jadi Doa Agar Istri Cepat Hamil dan Diberi Keturunan yang Saleh dan Saleha

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernapas”.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: