Pengakuan 2 Pelaku Penganiayaan Adik Kandung Bupati Muratara: Usai Kejadian Kami Sembunyi di Hutan

Pengakuan 2 Pelaku Penganiayaan Adik Kandung Bupati Muratara: Usai Kejadian Kami Sembunyi di Hutan

Tersangka Arwan (kanan) dan Ariyansyah saat digiring dari ruang penyidik Unit 2 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel. Foto: edho/sumeks.co --

BACA JUGA:Kapolda Sumsel Ikut Melayat ke Rumah Duka Adik Bupati Muratara

Pelaku Arwan diminta dan dipersilakan menunggu di luar.

Tak senang dan karena merasa diusir, pelaku Arwan tersinggung dan terlibat keributan dengan Deki. 

Kejadian itu diketahui dan sempat dipisah oleh korban Abadi, kemudian pelaku Arwan pergi meninggalkan rumah Pandit tempat digelarnya rapat.

Tak berselang lama kemudian, pelaku Arwan datang bersama kakaknya Ariyansyah dengan mengendarai mobil Mitsubishi Xpander warna silver.

BACA JUGA:Adik Bupati Muratara Meregang Nyawa Jelang Pilkades, Rumah 2 Pelaku Dibakar Massa, Begini Penjelasan Kapolres

Kedua pelaku sambil membawa sajam jenis parang dan terjadilah keribuatan.

Pelaku Arwan membacok Deki dan mengenai kedua tangannya.

Korban Deki berlari masuk ke rumah Pandit sambi meminta pertolongan.

Mengetahui kejadian tersebut, korban Abadi keluar rumah dan dikeroyok kedua pelaku dan terjadilah penganiyaan.

BACA JUGA:Polisi Jaga TKP Rumah Pelaku Pembunuh Adik Bupati Muratara yang Hangus Dibakar Massa Akibat Serangan Balasan

Korban Abadi menderita luka bacok di bagian wajah, kepala dan luka lainnya. 

Penganiayaan ini disaksikan oleh Dede, Erwin, Toni. Kedua pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan mobil.

Korban Abadi dan Deki langsung dibawa ke Puskesmas Bingin Teluk. 

Namun nyawa Abadi tak tertolong dan akhirnya meninggal dunia. Sedangkan korban Deki menjalani perawatan di rumah sakit.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: