Mau Punya Anak Hafal Qur’an Sejak Dini? Ikuti 9 Tips Mudahnya Mendidik Anak Menjadi Hafidz/Hafidzah

Mau Punya Anak Hafal Qur’an Sejak Dini? Ikuti 9 Tips Mudahnya Mendidik Anak Menjadi Hafidz/Hafidzah

Mendidik anak menjadi penghafal Al Quran memiliki keutamaan tersendiri bagi orang tua dan anak.--dok : sumsek.co

SUMEKS.CO - Memiliki anak yang shalih dan shalihah ditambah dengan memiliki hafalan Al-Qur’an tentu menjadi harapan setiap orang tua.

Memiliki anak yang memiliki hafalan Al-Qur’an pun memiliki keutamaan. Salah satunya ialah anak tersebut akan mendapatkan mahkota dari cahaya.

Tidak hanya itu, orang tua mereka juga mendapat pakaian kebesaran pada hari kiamat kelak.

Al-Qur’an merupakan kebaikan yang menjadi panduan hidup seseorang sehingga jika seorang anak dididik untuk menghafal Al-Qur’an dengan ikhlas.

BACA JUGA:Keutamaan Surat Al-Ikhlas yang Jarang Diketahui, Surat Pendek yang Setara dengan Sepertiga Al Quran

Anak akan terhindar dari perbuatan buruk karena memahami setiap isi dalam Al-Qur’an yang menumbuhkan rasa takut untuk berbuat durhaka kepada Allah SWT.

Nah untuk mempersiapkan anak agar menjadi anak yang taat kepada Allah dan mampu menjadi penghafal Al-Quran terdapat beberapa tips yang bisa dipraktikkan.

1. Mengutamakan yang Halal

Setiap orang tua yang mengharapkan kebaikan bagi si anak maka juga perlu memasukkan yang baik-baik saja terhadap anak.

Orang tua perlu memperhatikan segala hal yang halal dan baik untuk diri sendiri dan anak agar darah yang dikandung dalam tubuh pun menjadi baik.

BACA JUGA:6 Surah Al Quran yang Bisa Dijadikan Sebagai Doa Mustajab Saat Sedang Hadapi Masalah, Dijamin Hati Tenang

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Ingatlah, didalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu” HR. Bukhari dan Muslim.

Hendaknya baik ibu maupun ayah mencari rezeki dengan cara yang halal dan baik karena dapat mempengaruhi hati diri sendiri serta calon anaknya.

2. Memulai Sejak Dalam Kandungan

Melatih anak untuk menghafalkan Al-Qur’an bukan dimulai ketika anak sudah mampu berbicara.

BACA JUGA:9 Surah Al Quran yang Biasa Dipakai untuk Ruqyah, Setan dan Jin Pasti Hangus Terbakar

Mendidik anak agar menjadi hafidz ternyata dapat dilakukan sejak dalam kandungan terutama ketika bayi dalam perut sudah mampu mendengar.

Perlu dicatat bahwa janin di dalam kandungan sudah mampu mendengar mulai usia sekitar 16-22 minggu.

Setiap orang tua dianjurkan untuk memperdengarkan anak mengenai ayat Al-Qur’an secara konsisten hingga anak tersebut lahir.

Usahakan untuk memutar murottal satu surat selama satu bulan dan diputar secara berurutan hingga juz 30.

BACA JUGA:Temukan Tumbuhan Bertasbih Dijelaskan Al Quran Ribuan Tahun Lalu, Profesor Inggris Terperangah dan masuk Islam

Ibu yang sedang mengandung juga dianjurkan untuk meniatkan agar anaknya menjadi hafidz atau hafidzah serta menjaga dirinya dari keburukan.

3. Meneruskan Murottal Ketika Anak Sudah Lahir

Setelah anak lahir, para orang tua diajurkan untuk melanjutkan murottal pada surat yang terakhir di dengar.

Metodenya kurang lebih sama ketika memperdengarkan murottal terhadap anak yang berada dalam kandungan.

BACA JUGA:TEGAS! Baca Al Quran di Kuburan Dibilang Syirik, Ustaz Abdul Somad 'Tampar' Kelompok Ini

Hal ini untuk melatih otak anak agar setidaknya familiar dengan bahasa Al-Qur’an karena sejatinya otak anak-anak lebih mudah menyerap sesuatu.

4. Melatih Anak Hafalan

Ketika usia anak sudah sampai pada usia bisa dididik dan diarahkan, anak yang sdah sering mendengar Al-Qur’an sejak bayi itu hendaknya dilatih menghafal.

Surat-surat yang dihafalkan juga dimulai dari surat pendek seperti Al-Fatihah karena digunakan untuk shalat, kemudian surat-surat pendek yang terkumpul dalam juz 30.

BACA JUGA:Ternyata Selama Ini Gunung Selalu Bergerak, Tertulis di Al Quran Sejak 1.400 Tahun Lalu, Ilmuan Dibuat Takjub

5. Menanamkan Kisah Dari Al-Qur’an

Pada umumnya menghafal seringkali membuat anak bosan jika belum menemukan metode yang tepat.

Para orang tua bisa menggunakan metode dengan menceritakan kisah para Nabi atau orang shaleh yang dijelaskan dalam Al-Qur’an atau surat yang sedang dihafalkan oleh anak.

6. Menggunakan Cara Belajar yang Unik

BACA JUGA:Amalan Penting! 3 Surah Al Quran yang Bisa Bebaskan Manusia dari Fitnah Dajjal, Ayatnya Mudah Dihafal

Wajar jika anak-anak senang untuk berlari kesana kemari dan tertarik dengan hal yang lucu serta berwarna – warni.

Sebagai orang tua maka perlu membuat strategi agar anak mampu menghafal dengan cepat dan efektif selain itu anak juga senang selama menghafal. 

Orang tua bisa menggunakan media seperti tempelan potongan ayat agar anak menyusunnya sesuai dengan surah yang sedang dihafal.

7. Berikan Reward

Demi menunjang semangat anak, orang tua bisa memberikan hadiah atau penghargaan setiap anak berhasil menyelesaikan tugas hafalannya.

BACA JUGA:Pencetakan Al Quran Pertama di Asia Tenggara! Ternyata Ada di Palembang Sejak 1848 Masehi

Misalnya dengan hadiah sederhana yang dibuat sendiri, jalan – jalan atau bisa juga membeli mainan.

Reward atau penghargaan ini memacu anak agar senantiasa menghafal walaupun niatnya masih karena hadiah.

Orang tua secara perlahan perlu meluruskan dan menanamkan dalam diri anak agar anak menghafal Al-Quran karena Allah SWT.

8. Menerima Saat Anak Malas

BACA JUGA:2 Kunci dari Al Quran Agar Wafat Husnul Khatimah, Segera Amalkan Jika Mau Masuk Surga

Orang tua seringkali menargetkan agar anak segera meyelesaikan hafalannya dalam waktu yang singkat.

Namun hal ini bisa saja malah membuat anak merasa tertekan, disamping itu anak juga seringkali malas karena bosan dengan kegiatan menghafal.

Disaat menghadapi hal ini, orang tua dianjurkan tidak memaksa anak untuk menghafal karena memaklumi hal tersebut.

Sesekali orang tua bisa meliburkan anak untuk hafalan selama sehari atau dua hari dan mengajak anak melakukan hal-hal seru lainnya.

BACA JUGA:Pakar Tafsir Sekaligus Cendikiawan Al Quran Quraish Shihab, Jawab Tegas Soal Gonjang-Ganjing Nasab

Disamping ketika anak sedang malas, orang tua tetap memutar murottal pada bagian hafalan anak agar meskipun dalam keadaan malas, anak tetap  mendengar bacaan Al-Quran sehingga tidak lupa terhadap hafalannya.

9. Konsisten dan Berdo’a

Memiliki hafalan lengkap dan mutqin (kuat) tentu tidak mudah dan membutuhkan perjuangan dari anak serta dukungan orang tua.

Ketika menginginkan anak yang memiliki hafalan Al-Quran hendaknya para orang tua konsisten dalam mendidik anak dalam menghafal.

BACA JUGA:Al Quran Antik Cetakan Asli Palembang Berumur 175 Tahun, Sama dengan Al Quran 253 Tahun Milik Reid N Moon

Cara mendidik yang dimaksud pun tidak harus otoriter yang terkesan memaksa sehingga membuat anak stres.

Selain itu do’a juga menjadi faktor penting agar anak dimudahkan menghafal dan para orang tua diberikan kesabaran dalam mendidik anaknya.

Do’a merupakan bagian penting setelah ikhtiar dalam menghafal teelah seluruhnya dilakukan untuk menunjang hafalan anak.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: