Latar Buruk Pembunuh Adik Bupati Muratara, Ternyata Mantan Napi Residivis Kasus Pengancaman Disertai Kekerasan

Latar Buruk Pembunuh Adik Bupati Muratara, Ternyata Mantan Napi Residivis Kasus Pengancaman Disertai Kekerasan

Latar buruk pembunuh adik bupati muratara, ternyata mantan napi residivis kasus pengancaman disertai kekerasan. foto: dok/sumeks.co. --

Ariansyah mengaku tidak terima adiknya diusir dan ditampar oleh Deki. Keterangan Ariansyah ini tentu meragukan.

Pasalnya saksi mata di TKP menyebut, kedua tersangka datang sudah siap menyerang dengan membawa parang.

BACA JUGA:Minta Maaf Tapi 2 Pembunuh Adik Bupati Muratara Berusaha Hindari Terjerat ‘Perencanaan’ Ancaman Hukuman Mati 

Kedua pelaku pembunuh Adik Bupati Muratara minta maaf saat rilis kasusnya di Polda Sumsel.

Tapi 2 pembunuh adik bupati Muratara itu tampak berusaha menghindari supaya tak dijerat ‘perencanaan’ saat melancarkan aksinya.

Sebab, jika terbukti ancaman hukuman mati sudah di depan mata.

Kedua pelaku kompak mencuatkan ‘emosi sesaat’ saat kejadian itu.

BACA JUGA:Polda Sumsel Beberkan Motif Pelaku yang Tewaskan Adik Kandung Bupati Muratara, Dijerat Hukuman Mati

Tersangka Arwandi bahkan membantah aksi kejinya berkaitan dengan Pilkades di desa Belani bulan depan, Oktober 2023. Begitu juga kakaknya Ariansyah.

Padahal, proyek desa yang dikerjakan Arwandi dan Ariansyah selama ini tentu kaitannya dengan kebijakan di desa itu.

“Aku sakit hati diusir,” kilah Arwandi

Bahkan Arwandi mengaku saat diusir dari rapat itu sempat ditampar salah satu korban, yaitu Deki.

BACA JUGA:2 Pembunuh Adik Bupati Muratara Minta Maaf pada Keluarga Korban, Ngaku Terpancing Emosi Siap Bertanggung Jawab

Arwandi mengaku berhak ikut rapat itu sebab selama ini bekerja untuk moving alat berat untuk rig perusahaan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: