Santri dan Alumni Ponpes Al Zaytun Indramayu Was-was, Legalitas Ijazah Kami Bagaimana?

Santri dan Alumni Ponpes Al Zaytun Indramayu Was-was, Legalitas Ijazah Kami Bagaimana?

pablo benua--

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan penemuan ratusan tengkorak, di sebuah tempat penggalian lubang. 

Dikutip SUMEKS.CO dari unggahan akun Snack Video mbahkung304, 9 Agustus 2023, ratusan tengkorak tersebut diduga merupakan tumbal dari Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu.

Dari keterangan video itu disebutkan, bahwa tengkorak-tengkorak yang ditemukan tersebut merupakan real killer dengan motif janji-janji yang dikemas dengan kemampuan supranatural. 

"Kalau saya tahu mah mungkin saya juga nggak mau," ujar salah seorang wanita.

BACA JUGA:Hot News! Panji Gumilang Juga Diseret Kasus Asusila Hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang, Benarkah?

Di video berdurasi 2 menit 30 detik tersebut, ada pula seorang pria yang mengungkapkan, bahwa dirinya telah menaruh curiga sebelumnya dengan apa yang terjadi di Ponpes Al-Zaytun. 

"Curiganya saya dari pasal ini, dia itu banyaknya kopi-kopi yang anugerah itu," ucap pria tersebut. 

Mendapatkan laporan adanya penemuan ratusan tengkorak yang diduga merupakan tumbal Ponpes Al-Zaytun Indramayu, membuat polisi bersama keluarga korban membongkar lubang tersebut.

Salah satu tengkorak yang ditemukan tersebut, diduga adalah merupakan seorang santri Ponpes Al-Zaytun Indramayu yang hilang sejak 10 tahun lalu, di Ponpes Al-Zaytun Indramayu.

BACA JUGA:Demi Bela Panji Gumilang Omongan Pablo Benua Makin Ngaco, Sampai Meludah Pun ke Langit

Hasilnya, penyidik menemukan ratusan rangka manusia yang diduga merupakan tumbal dari Panji Gumilang. Sontak, hal ini membuat jagat maya dihebohkan dengan penemuan tumpukan tengkorak manusia. 

Ratusan rangka manusia ini ditemukan dikubur di Ponpes Al-Zaytun Indramayu, pimpinan Panji Gumilang yang kini sudah dinyatakan sebagai tersangka penistaan agama. 

Pada 8 Agustus 2023, aparat kepolisian melakukan pemeriksaan tempat tinggal atau Ponpes Al-Zaytun Indramayu. Pemeriksaan itu dilakukan, lantaran adanya laporan dari mantan orang tua santri. 

Dimana, anaknya dinyatakan telah hilang selama 10 tahun yang lalu, saat menjadi santri di Ponpes Al-Zaytun Indramayu.

BACA JUGA:Kocak, Pablo Benua Sebut Arti Esa Bukan Satu Tapi Banyak, Netizen: Mending Belajar Dulu Deh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: