Alhamdulillah, Polisi Jaga Ponpes di Muba Paska Para Ustaz dan Preman Kampung Bentrok, Suasana Sudah Kondusif

Alhamdulillah, Polisi Jaga Ponpes di Muba Paska Para Ustaz dan Preman Kampung Bentrok, Suasana Sudah Kondusif

Polisi jaga pondok pesantren Mamba’ul Qur’an di kabupaten Muba paska para ustaz dan preman kampung bentrok. foto: dok ist/sumeks.co.--

Alhamdulillah, Polisi Jaga Ponpes di Muba Paska Para Ustaz dan Preman Kampung Bentrok, Suasana Sudah Kondusif  

SUMEKS.CO – Polisi sudah menjaga Pondok pesatren (Ponpes) di Muba paska para Ustaz dan preman kampung di desa itu bentrok.

Pantauan di lokasi, suasana di Ponpes saat ini sudah cukup kondusif. 

Kanit Reskrim Polsek Bayung Lencir, Iptu Eko Purnomo SH menjamin keselamatan ustaz dan para santri.

Hal yang sama juga dilakukan perangkat desa.

BACA JUGA:UPDATE TERKINI, Benarkah Bentrok Para Ustaz vs Preman Kampung di Muba Hanya Soal Bisnis Catering BUMdes?

Polisi terus menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba’ul Quran, di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel itu. 

Kepolisian Sektor (Polsek) Bayung Lencir hadir memberi rasa aman dan menjamin keselamatan mereka.

“Tiap hari kami datangi, bahkan personel juga mengamankan di sana. Berikut perangkat desa,” jelas Kapolsek Bayung Lencir Iptu Bondan Try Hoetomo STK SIK MH, melalui Kanit Reskrim Iptu Eko Purnomo SH, Jumat, 26 Mei 2023.

 “Situasi sudah kondusif, kami menjamin keselamatan para santri dan ustaz untuk beraktivitas seperti biasa lagi,” tambahnya.

BACA JUGA:TERKINI, Pengacara Para Ustaz Bentrok vs Preman Kampung di Bayung Lencir Muba Minta Laporan Segera Ditanggapi

Diketahui, bentrok para ustaz dan preman kampung di Bayung Lencir, Muba bermula soal bisnis catering BUMdes.

Persoalan fee atau pendapatan bisnis memasok makanan atau catering ke salah satu perusahaan di Desa Kaliberau, kecamatan Bayung Lencir kabupaten Musi Banyuasin itulah sementara yang menjadi pemicu.

Ditambah pengeroyokan dilakukan preman kampung terhadap pimpinan Ponpes Mamba’ul Qur’an, sehingga ustaz Abdul Aziz harus dirawat di rumah sakit di Palembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: