3 Abad Berdiri, Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang, Favorit Warga Tionghoa Belahan Dunia

3 Abad Berdiri, Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang, Favorit Warga Tionghoa Belahan Dunia

Kelenteng Dewi Kwan Im. Foto: fadli sumeks.co--

BACA JUGA:Ibadah Imlek di Kelenteng Liong Shai Tien Tetap Terapkan Prokes

Berkunjung ke Klenteng Dewi Kwan Im tidaklah sulit, akses jalan menuju Klenteng pun saat ini telah dipemudah baik melalui jalan darat ataupun melalui jalur sungai Musi, dikarenakan letaknya persis di samping Jembatan Ampera Ikon Kota Palembang.

Jika melalui jalur sungai Musi, anda cukup menyeberang lebih kurang 10 menit dengan menggunakan perahu getek dari dermaga Benteng Kuto Besak Kota Palembang.

Sedangkan jika melalui jalur darat, dari atas jembatan Ampera Klenteng Dewi Kwan Im sudah terlihat, yakni melalui jalan yakni melintasi samping Jembatan Ampera arah seberang ulu menuju Jalan KH Azhari Kelurahan 10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang.

Saat memasuki Klenteng Dewi Kwan Im yang memiliki ciri khas warna merah dan ornamen ciri khas Tionghoa, anda akan disambut dengan aroma hio atau dupa.

BACA JUGA:Sambut Tahun Baru Imlek 2023, Besok Palembang Indah Mall Hadirkan Barongsai Show

Saat masuk ke dalam Klenteng, terdapat meja di depan pintu masuk, yang mana meja tersebut adalah tempat ibadah dewa pertama atau kedudukan yang paling tinggi.

Jumlah seluruhnya ada 12 meja, dan setiap mejanya ada patung dewa yang berbeda tingkatannya dan runtutannya saat beribadah.

Selain itu terdapat pula beberapa altar dewa, mulai dari altar Dewi Maco Po atau penguasa laut (juga disebut sebagai dewi yang menguasai setan dan iblis) dan altar Dewi Kwan Im atau penolong orang yang menderita sudah tersusun secara berurut.

Tidak hanya itu, ada juga altar Sakyamoni Buddha (Sidharta Buddha Gautama), altar Bodhisatva Maitreya (calon Buddha), altar Dewi Kwan Tee (pelindung dharma), altar Dewi Paw Sen Ta Tee atau dewi uang dan pemberi rezeki. Kemudian altar Dewi Chin Hua Niang Niang atau Dewi Mak Kun Do, altar Giam Lo Ong (raja neraka), dan altar Dewa Toa Pek Kong berbentuk macan.

BACA JUGA:Pedagang Jeruk di Palembang Laris Manis Jelang Imlek 2023

Jauh kebagian dalam Klenteng, terdapat satu altar untuk sembahyang dan berdoa, yang berisi kumpulan berbagai patung titipan umat, salah satunya altar Ju Sin Kong atau Apek Tulong, Panglima pelindung Kota Palembang.

Klenteng Dewi Kwan Im digunakan umat dari tiga agama dan kepercayaan untuk berdoa. Ketiga agama dan kepercayaan yang diakomodasi di klenteng ini adalah Buddha, Tao, dan Konghucu.

Meski telah berumur hampir 300 tahun, Klenteng Dewi Kwan Im telah menjadi saksi bisu, tidak hanya perkembang Kota Palembang, namun perkembangan toleransi antar umat beragama khususnya di Kota Palembang.

Klenteng Dewi Kwan In telah berumur 284 tahun dan menjadi saksi bisu perkembangan Palembang dan toleransi antar umat beragama di kota Palembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: