Sensasi Dodol Khas Ogan Ilir Langganan Keluarga Wagub Sumsel dan Pejabat

Sensasi Dodol Khas Ogan Ilir Langganan Keluarga Wagub Sumsel dan Pejabat

Zahuro, pembuat dodol khas Ogan Ilir mempraktikkan cara pembuatan dodol hasil produksinya sendiri. Dodol Zahuro banyak diminati sejumlah pejabat di Ogan Ilir, bahkan keluarga Wagub Sumsel juga sudah menjadi langganannya sejak lama.-Foto: Hetty/sumeks.co-

OGAN ILIR, SUMEKS.CO - Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu daerah di Provinsi Sumatra Selatan yang memiliki beragam makanan khas, salah satunya dodol.

Makanan ini dengan mudah bisa ditemukan di Desa Tebing Gerinting dan Desa Tanjung Sejaro Kecamatan Indralaya. Terlebih, di Jalan Lintas Timur Palembang-Tanjung Raja.

Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa dodol merupakan salah satu makanan favorit dari keluarga Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Mawardi Yahya.

Istri Wagub Sumsel yang juga Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel, Fauziah Mawardi, sering memesan dodol serta kue-kue khas Ogan Ilir ke salah seorang pembuat dodol di Desa Tanjung Sejaro, Zahuro.

BACA JUGA:Ngidang Boloh Sebatang, Tradisi Palembang Masih Terjaga

Menurut Zahuro, tak hanya keluarga Wagub Sumsel yang langganan memesan dodol dan kue kepadanya, melainkan juga sejumlah pejabat di Kabupaten Ogan Ilir.

"Biasanya saya banyak menerima pesanan dari para pejabat ini pada saat lebaran," ungkap Zahuro, Sabtu, 3 Desember 2022.

Zahuro menambahkan, dodol hasil buatan tangannya diklaim memiliki sensasi rasa yang berbeda. Meskipun, bahan baku yang digunakan sama seperti pembuat dodol lainnya baik di Desa Tebing Gerinting maupun Desa Tanjung Sejaro.

BACA JUGA:Resep Membuat Pendap, Makanan Tradisional Khas Bengkulu

Adapun pembuatan dodol khas Zahuro, tediri dari empat bahan utama. Yakni, tepung ketan, gula merah, gula pasir masing-masing satu kilogram dan santan satu liter. Keempat bahan ini dicampur dalam wajan anti lengket dan diaduk tanpa henti selama kurang lebih satu jam.

"Adonan diaduk nonstop hingga teksturnya padat dan berwarna coklat tua," terangnya.

Setelah satu jam, dodol original buatan Zahuro jadi dan dituangkan ke wadah plastik berbentuk persegi panjang. Jika sudah jadi, dodol belum dapat langsung dikonsumsi, melainkan harus didinginkan dulu selama dua hingga tiga jam.

"Setelah dingin, dodol baru bisa dipotong atau dikemas sesuai permintaan," lanjutnya.

Wanita 50 tahun ini mengatakan, dodol rasa original dipatok dengan harga Rp 40 ribu. Zahuro juga menerima pesanan dodol berbagai varian rasa, seperti durian yang juga banyak diminati konsumen.

"Dodol durian harganya Rp 50 ribu. Tapi biasanya orang pesan kalau lagi musim durian. Kalau pesan dodol dan termasuk packing, harganya bisa sampai Rp 60 ribu. Ini biasanya untuk pengiriman jarak jauh," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: