Banner Pemprov

Jepang Tembakkan Rudal Dalam Latihan Militer Bersama, China Berang

Jepang Tembakkan Rudal Dalam Latihan Militer Bersama, China Berang

Ilustrasi.--

SUMEKS.CO - Jepang menggelar latihan militer bersama yang melibatkan pasukan Amerika Serikat (AS), Australia, Filipina, Prancis, Selandia Baru, dan Kanada di perairn antara Filipina dan Taiwan. Dalam latihan itu, militer Jepang menembakkan rudal-rudal hingga menenggelamkan sebuah kapal perang tua di perairan antara Filipina dan Taiwan. Ini sebagai bagian dari latihan militer besar-besaran yang melibatkan pasukan Amerika Serikat. Hal ini membuat pemerintah China berang.

Peluncuran dua rudal darat-ke-kapal tipe-88 pada hari Rabu waktu setempat tersebut, merupakan bagian dari latihan bersama.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (7/5/2026), Menteri Pertahanan Jepang dan Filipina mengamati peluncuran tersebut di provinsi Ilocos Norte bagian utara, sekitar 400 kilometer (250 mil) dari Taiwan, kata seorang reporter AFP di lokasi kejadian.

BACA JUGA:66 Peserta Magang ke Jepang Dipersiapkan Jadi SDM Global

BACA JUGA:Gen Z OKI Dibekali Skill untuk Magang ke Jepang

Para pejabat mengatakan bahwa dua proyektil yang ditembakkan itu mengenai sasaran, sebuah kapal angkatan laut Filipina yang sudah dipensiunkan, sekitar 75 kilometer lepas pantai di Laut Cina Selatan, yang beberapa menit kemudian, menyebabkan kapal tersebut tenggelam.

Pada hari Rabu, Beijing mengecam uji coba rudal tersebut, menyebutnya sebagai "contoh lain dari dorongan kekuatan sayap kanan Jepang untuk mempercepat remiliterisasi Jepang."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian mengatakan dalam sebuah pengarahan rutin bahwa "Jepang, sebagai agresor, tidak hanya gagal merenungkan secara mendalam kejahatan historisnya, tetapi bahkan telah mengirim pasukan militer ke luar negeri dan menembakkan rudal ofensif dengan dalih kerja sama keamanan."

BACA JUGA:Review Suzuki Nex II Bekas: Alternatif Motor Matik Jepang Harga 7 Juta dengan Mesin Andal

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Layani Apostille Dokumen Notaris untuk Kerja di Jepang

Latihan Balikatan selama 19 hari, yang berarti "bahu-membahu" dan berakhir pada hari Jumat tersebut, telah melibatkan sekitar 17.000 personel militer termasuk pasukan tempur Jepang untuk pertama kalinya.

Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi telah mempercepat pergeseran Jepang menuju kebijakan pertahanan yang lebih agresif.

Jepang dalam beberapa tahun terakhir telah berupaya memperoleh kemampuan "serangan balasan" sambil meningkatkan pengeluaran militer dan memperdalam kerja sama keamanan dengan sekutu regional, termasuk Filipina.

Bulan lalu, pemerintah Takaichi melonggarkan aturan yang diberlakukan sendiri oleh negara tersebut untuk memungkinkan ekspor perangkat keras militer yang mematikan, berupaya merebut pangsa pasar global yang sedang berkembang pesat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: