Banner Pemprov

Kinerja APBN Sumatera Selatan Resilen, Ditopang Peningkatan Setoran Pajak

Kinerja APBN Sumatera Selatan Resilen, Ditopang Peningkatan Setoran Pajak

Kinerja APBN Sumatera Selatan s.d. 30 April 2026: Aktivitas Ekonomi Menguat dan Kesejahteraan Masyarakat Terjaga Positif --

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Sumatera Selatan hingga 30 April 2026 tetap menunjukkan kondisi yang terjaga dan resilien di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. Pendapatan negara tumbuh positif, aktivitas ekonomi tetap bergerak stabil, serta indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan. 

Hingga akhir April 2026, pendapatan negara di Sumatera Selatan tercatat sebesar Rp5,29 triliun atau 25,00% dari target. Capaian ini terutama didorong oleh kinerja penerimaan pajak yang mencapai Rp4,02 triliun (23,12% dari target) dengan pertumbuhan 11,69% (yoy).

Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan setoran masa PPN Pemungut Bendahara Pemerintah dan Pembayaran PPh Tahunan Badan sektor sawit.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat realisasi sebesar Rp106,54 miliar (6,12% dari target) atau mengalami kontraksi 48,44% akibat penurunan harga patokan ekspor dan volume ekspor CPO beserta turunannya.

BACA JUGA:Ratu Dewa: Pemkot Palembang Siapkan Dana Rp 89 Miliar untuk Bayar Gaji ke-13 Tahun 2026

BACA JUGA:Pelebaran Jalan Parameswara Masuk Tahap DED, Pemkot Palembang Target Mulai 2027

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp1,26 triliun atau 51,17% dari target, tumbuh 40,57% yoy dikarenakan peningkatan signifikan PNBP Lainnya yang bersumber dari Penerimaan Kembali Belanja Barang Tahun Anggaran Yang Lalu (TAYL).

Belanja negara hingga 30 April 2026 terealisasi sebesar Rp12,61 triliun atau 33,53% dari pagu, terkontraksi 1,30% (yoy).

Belanja Pemerintah Pusat terealisasi sebesar Rp4,24 triliun (29,06% dari pagu), tumbuh 28,19% (yoy) didorong peningkatan belanja pegawai, akselerasi belanja barang, serta peningkatan belanja modal akibat efisiensi anggaran tahun sebelumnya (low base effect).

Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp8,37 triliun atau 36,36% dari pagu, mengalami kontraksi 11,60% (yoy).

BACA JUGA:Sempat Bikin Status Ngopi, Kajati Sumsel Benarkan Amankan Wabup PALI

BACA JUGA:Sumur Minyak Masyarakat Dievaluasi, Polda Sumsel Dorong Pengelolaan Aman dan Berkelanjutan

Seiring dengan penurunan alokasi TKD tahun 2026, namun kinerja Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik masih tetap optimal dalam mendukung pemenuhan belanja pokok daerah, operasional pemerintahan, dan layanan publik.

Pada sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kinerja hingga April 2026 menghadapi tantangan berupa melambatnya pendapatan dan belanja daerah. Pendapatan daerah terealisasi Rp6,4 triliun (17,13% dari pagu) dan belanja daerah terealisasi Rp6,55 triliun (16,69% dari pagu).  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: