Banner Pemprov

Kemenkum Babel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Persatuan Bangsa

Kemenkum Babel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Persatuan Bangsa

Hari Lahir Pancasila 2026, Empat Instansi Kementerian di Babel Gelar Upacara Bersama--

Kemenkum Babel dan Tiga Instansi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

PANGKALPINANG, sumeks.co- Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung bersama Kantor Wilayah Kementerian HAM Babel, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Babel, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Babel menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Senin (1 Juni 2026).

Upacara yang berlangsung di halaman Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung tersebut dipimpin Kepala Kanwil Kemenkum Babel Johan Manurung selaku inspektur upacara.

Kegiatan diikuti jajaran pejabat dan pegawai dari empat instansi, termasuk mahasiswa magang yang turut ambil bagian dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.

Dalam kesempatan tersebut, Johan Manurung membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".

Tema tersebut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain menjadi perekat persatuan nasional, nilai-nilai Pancasila juga dinilai memiliki relevansi dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia.

BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum Babel Lantik 11 ASN dan Pejabat Fungsional, Tekankan Integritas serta Pelayanan Publik

BACA JUGA:Momentum Iduladha 1447 H, Kanwil Kemenkum Babel dan KemenHAM Babel Perkuat Kebersamaan

Dalam amanatnya, Yudian menekankan bahwa Pancasila harus terus diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari penyusunan kebijakan, pelayanan publik, hingga interaksi sosial masyarakat.

"Pancasila merupakan bintang penuntun dan jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti disrupsi teknologi, ketidakpastian dunia, fragmentasi sosial, hingga dinamika geopolitik," demikian kutipan sambutan yang dibacakan Johan Manurung.

Ia juga menyoroti pentingnya nilai musyawarah dan mufakat sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam membangun diplomasi yang damai dan menjembatani berbagai perbedaan di tingkat global.

Selain itu, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan bangsa serta menangkal paham intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam harmoni kehidupan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia juga menyerahkan penghargaan kepada Lapas Kelas IIA Pangkalpinang atas kontribusi dan capaian kinerjanya.

Melalui upacara ini, jajaran Kemenkum Babel bersama KemenHAM, Ditjenpas, dan Ditjenim Babel menegaskan komitmen untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas, pelayanan publik, serta upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait