Banner Pemprov

Jamur Pelawan Namang Selangkah Lagi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Jamur Pelawan Namang Selangkah Lagi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Kemenkum Babel Kawal Sertifikasi Jamur Pelawan Namang, Kekayaan Alam Langka Bangka Tengah--

Kemenkum Babel Percepat Sertifikasi Indikasi Geografis Jamur Pelawan Namang

BANGKA TENGAH, sumeka.co- Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong perlindungan kekayaan intelektual berbasis potensi daerah.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pemantauan dan pendokumentasian Jamur Pelawan Namang yang tengah diusulkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG).

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Hutan Pelawan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (2/6/2026), dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Babel, Johan Manurung, bersama tim Bidang Kekayaan Intelektual.

Turut hadir Kepala Desa Namang Zaiwan, peneliti dari Bappelitbang Bangka Tengah Hartono, perangkat desa, serta jajaran analis kekayaan intelektual yang terlibat dalam proses pengumpulan data lapangan.

Menurut Johan Manurung, kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesesuaian data dan karakteristik asli Jamur Pelawan Namang sebagai bagian penting dalam penyusunan dokumen deskripsi Indikasi Geografis.

BACA JUGA:Kemenkum Babel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Persatuan Bangsa

BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum Babel Lantik 11 ASN dan Pejabat Fungsional, Tekankan Integritas serta Pelayanan Publik

"Kami ingin memastikan seluruh data yang disusun benar-benar menggambarkan kondisi asli produk di habitatnya. Validitas informasi menjadi faktor penting dalam proses pengusulan sertifikasi Indikasi Geografis," ujarnya.

Dari hasil peninjauan, tim menemukan bahwa Jamur Pelawan Namang memiliki karakteristik khas yang erat kaitannya dengan kondisi geografis dan ekosistem Hutan Pelawan. Keunikan tersebut dinilai menjadi nilai pembeda yang tidak mudah ditemukan di daerah lain.

Potensi inilah yang menjadi dasar pengusulan Jamur Pelawan Namang sebagai produk Indikasi Geografis asal Kepulauan Bangka Belitung.

Johan menegaskan, pengakuan Indikasi Geografis bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas dan reputasi produk di masa mendatang.

Menurutnya, keberlanjutan Jamur Pelawan Namang sangat bergantung pada kelestarian Hutan Pelawan sebagai habitat alami yang membentuk karakteristik unik produk tersebut.

"Pelestarian lingkungan menjadi kunci utama. Jika ekosistem hutannya terjaga, maka kualitas dan keunikan Jamur Pelawan Namang juga akan tetap terpelihara," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait