Masjid Hj Sopiah, Bukti Cinta dan Bakti Sang Anak Kepada Ibunda, Jadi Destinasi Wisata Religi Kota Palembang

Masjid Hj Sopiah, Bukti Cinta dan Bakti Sang Anak Kepada Ibunda, Jadi Destinasi Wisata Religi Kota Palembang

Arsitektur Masjid Hj Sopiah menjadi destinasi wisata religi baru di Kota Palembang.--dok : sumeks.co

PALEMBANG- SUMEKS.CO - Masjid Hj Sopiah memiliki nuansa sejuk, didirikan Wakil Ketua DPRD Sumsel Hj Kartika Sandra Desi atau yang akrab disapa Cici.

Masjid ini dibangun sebagai bentuk cinta kasih dan bakti Cici, kepada Umik Sopiah sang ibunda yang telah berpulang.

Masjid Hj Sopiah sebagai salah satu wisata religi di Kota Palembang, memiliki arsitektur terbuka yang mengusung konsep pendopo, memiliki estetika dan fungsi yang modern. 

Masjid Sopiah ini sama sekali tidak memiliki dinding, pintu dan jendela, terbuka secara penuh namun terpantau bersih dan nyaman karena sekelilingnya merupakan sebuah taman yang hijau.

BACA JUGA: Ngabuburit di Masjid Cheng Ho Palembang, Rumahnya Para Muallaf dengan Seabrek Kegiatan Agama Saat Ramadhan

BACA JUGA: Salat Tarawih Bagi Perempuan Muslimah, di Masjid atau di Rumah? Begini Menurut Hukum Islam


Masjid Hj Sopiah memiliki konsep pendopo yang tidak memiliki dinding, jendela dan pintu --

Ruang pada bangunan masjid ini terdiri atas tiang-tiang penyanggah, dibagi menjadi dua bagian dengan sekat antara jamaah laki-laki dan perempuan, kemudian mihrab.

Masjid Sopiah ini tidak menggunakan atap kubah sebagaimana masjid pada umumnya, melainkan atap joglo, atau dalam istilah Palembang dikenal dengan atap limasan.

Masjid Sopiah berdiri di atas sebidang tanah seluas 12.500 m2 terletak di Jl. Perum Pemkot, Gandus, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30149 .

Selain Masjid, juga terdapat Sekolah Islam Sopiah yang terdiri dari TPA, TK, SD, dan SMP di bawah naungan Yayasan Umik Sopiah Fauzi.

BACA JUGA: Heboh Detik-Detik Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza Oleh Israel, Banjir Kecaman Warganet

BACA JUGA: Memperhatikan Adab Ini Ya Ketika di Masjid, Membawa Pahala dan Keberkahan Bagi yang Mengamalkannya


Bentuk ruang tampak di dalam Masjid Hj Sopiah --

Masjid Hj. Sopiah sendiri didirikan oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel Hj Kartika Sandra Desi atau yang akrab disapa Cici.

Dibangunnya Masjid Hj. Sopiah ini merupakan bentuk cinta dan rasa berbakti Cici kepada sang Ibunda.

Masjid Sopiah ini dibangun pada 18 Mei 2021 ketika mas Covid 19, dan memerlukan jarak waktu hingga 1 tahun 6 bulan untuk penyelesaiannya. Pada akhirnya Masjid Sopiah ini diresmikan pada tanggal 25 September 2022.

Kenapa terbuka? Cici mengungkap bahwa masjid Hj. Sopiah konsepnya terbuka tanpa dinding, pintu dan jendela karena aku ingin Masjid Hj. Sopiah bisa menjadi rumah bagi semua umat-Nya yang ingin beribadah ke sana, setiap saat bisa datang kapan pun mereka ingin.

BACA JUGA: 7 Pilihan Mimbar Masjid Minimalis, Kental Nilai-nilai Islam, Ada yang Dilengkapi Kubah

BACA JUGA: Jangan Asal Bangun, Rasulullah SAW Larang Umatnya Dirikan Rumah Dekat Masjid, Ini Alasannya


Bentuk tampak luar Masjid Hj Sopiah --

"Umiku kalau sore suka duduk di teras rumah, siapa pun yang lewat selalu ia tegur untuk diajak mampir ke rumah," terang Cici

Jadi filosofi Masjid Sopiah dengan bangunan terbuka ini masih mengambil kebiasaan dari Umik Sopiah seumur hidup yang begitu terbuka dan ramah kepada semua orang.

Terdapat juga taman yang luas di pekarangan Masjid Sopiah ini. Cici juga mengungkap bahwa Umik Sopiah begitu piawai dalam mengurus tanaman. Cici juga berharap masjid Sopiah akan banyak tumbuh tanaman disekitarnya.

Cici berharap dengan kehadiran Masjid Hj. Sopiah ini bisa menjadi simbol dari dakwah Islam dan melahirkan berbagai manfaat di dalamnya, bukan hanya tempat ibadah, namun juga tempat belajar dan menimba ilmu, terutama bagi masyarakat sekitar dan khalayak ramai.

BACA JUGA: Sedikit yang Tahu! Ternyata Ini Sosok Arsitek Dibalik Dinginnya Lantai Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

BACA JUGA: Masjid Jamik Sungai Lumpur, Bangunan Bersejarah yang Jadi Saksi Bisu Tersebarnya Islam di Palembang

Kegiatan di Masjid Sopiah sendiri biasanya diisi dengan berbagai kajian, namun memasuki Bulan Ramadhan, pihak pengurus masjid hanya berfokus pada kultum dan tadarus.

Ustad Gilang Menjelaskan, “Kegiatan pada Bulan Ramadhan diisi dengan kultum dan tadarusan yang dibagi menjadi dua waktu, yaitu ba’da subuh dan setelah tarawih hingga maksimal jam 22.00 Wib.”

Selanjutnya Ustad Gilan juga menambahkan bahwa setiap Magrib, pihak pengurus masjid mengadakan buka bersama dan menyediakan 50 porsi makanan untuk setiap harinya secara rutin.

Karena daya tarik arsitekturnya, Masjid Sopiah ini ramah dikunjungi berbagai pengunjung dari berbagai daerah di Kota Palembang dengan volume yang meningkat memasuki Bulan Ramadhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: