Korban Penipuan Tiket Coldplay Minta Ghisca Debora Aritonang Buka Masker, Rilis Kasus dengan Tangan Terborgol

Korban Penipuan Tiket Coldplay Minta Ghisca Debora Aritonang Buka Masker, Rilis Kasus dengan Tangan Terborgol

Korban penipuan tiket coldplay minta ghisca debora aritonang buka masker, rilis kasus dengan tangan terborgol. foto: dok/sumeks.co.--

“Kalau dia mentransfer ke Perbankan konvensional itu hampir nggak mungkin”, jelas Henni Hendria di akun Tiktoknya @hennihendria.

BACA JUGA:14 Pasang Calon Pengantin di Palembang Tertipu Wedding Organizer, Uang Rp1,3 Miliar Raib

Kenapa? 

“Karena kalau mentranfer ke Belanda dia harus mentransfer ke dalam mata uang asing,” jelasnya.

Jadi uangnya harus di-convert ke maya uang asing dulu, baik dalam bentuk Euro, USD atau poundsterling.

Di Indonesia itu tak bisa sebebas itu membeli mata uang asing. 

BACA JUGA:Cara Mengenali Pelat Nomor Kendaraan Palsu Agar Tidak Tertipu Sebelum Beli Mobil Bekas

“Ketika kita membeli mata uang asing itu ada maksimalnya guys, kalau kita beli lebih dari 25 ribu equivalen USD, itu kita harus melampirkna yang namanya underlying,” jelasnya.

Apapun itu, lanjut Henni Hendria, apaah untuk bayar pendidikan di Belanda atau untuk bisnis.

Kalau untuk nominal Rp15 miliar itu sudah pasti underlyingnya bisnis. 

Nggak mungkin pendidikan.

BACA JUGA:Hotel Duta Palembang Kena Getah Ulah Tamu ‘Ngeyel’ Ngaku Hilang Uang, Ternyata Tertipu Dukun Pengganda Uang 

“Nggak mungkin anak 19 tahun bisa mentransfer itu semua, dengan melampirkan underlying bisnis,” paparanya.

Kemungkinan kedua dia mentransfernya lewat cryptocurrency, dia bisa dengan gampangnya beli dan mentransfer ke negara manapun dengan bebas-bebas aja.

“Jadi ini memang suda ada planing, nipu Rp15 miliar transfer keluar negeri dan katanya ini bukan yang pertama. Entar paling ‘kan dipenjara 1 tahun, 2 tahun gitu ya? Ya udah dia lepas move deh ke Belanda,” cetus Henni Hendria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: