Semarak Kemerdekaan dengan Literasi Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Kota Palembang

Semarak Kemerdekaan dengan Literasi Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Kota Palembang

Kadispustaka Provinsi Sumsel Fitriana, S.Sos, M.Si dan Ketua Rumah Cahaya Indonesia Rendy Arista menyimak penjelasan Penelusur Sejarah Palembang Raden Muhammad Ikhsan.--

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Dispustaka Provinsi Sumsel bekerjasama dengan Rumah Cahaya Indonesia naungan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID S2JB menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Literasi Sejarah Kota Palembang, Kamis 10 Agustus 2023 di Aula Dinas Perpustakaan (Dispustaka) Provinsi Sumatera Selatan Jalan Demang Lebar Daun Palembang.

Kegiatan Sharing Session Literasi Sejarah Kota Palembang bertemakan "Menguatkan Kesadaran Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Palembang dan Melestarikan Kecintaan Anak-Anak Terhadap Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Kota Palembang

Sementara itu, Kepala Dispustaka Provinsi Sumsel Fitriana, S.Sos, M.Si saat dibincangi menyambut baik kegiatan ini.

Kegiatan ini kaitannya sangat erat sekali dengan Literasi Sejarah, Fitriana mengutip "Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban hancurkan bukunya, maka pastilah bangsa itu akan musnah” aang artinya, generasi muda harus mengetahui sejarah.

BACA JUGA:Mawardi Nekat Curi 23 Buah Panroll di Prabumulih, Dijual ke Cinde, Ngaku Hanya Diajak

Melalui bacaan buku-buku sejarah dan langsung mendengarkan cerita dari narasumber Penelusur Sejarah Kota Palembang, Raden Muhammad Ikhsan yang memahami sejarah perjuangan di Kota Palembang dengan menceritakan dan memperkenalkan kembali sejarah perjuangan masyarakat kota Palembang kepada siswa siswi generasi muda penerus bangsa.


Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, S.Sos.--

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dispustaka Provinsi Sumsel dalam meliterasi anak-anak didik dengan mengenalkan sejarah daerahnya sendiri. Dan perjuangan para tokoh-tokoh masyarakat kota Palembang untuk mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sehingga anak-anak tahu bahwa banyak tokoh pejuang di Kota Palembang yang diabadikan dengan nama jalan seperti Letnan Murod, Letkol Iskandar, Kolonel Atmo, Cek Syeh, TP Rustam Efendi, dan masih banyak lagi, harapan kita anak-anak akan mengetahui, memahami sejarah sehingga akan lebih mencintai tanah airnya," ungkapnya.

Dispustaka Provinsi Sumsel berharap kepada Duta Literasi Sekolah yang mengikuti kegiatan ini dapat meneruskan kepada teman-temannya yang lain.

Sehingga teman yang lain dapat mengetahui sejarah perjuangan di kota Palembang, salah satunya perang lima hari lima malam.

BACA JUGA:HOT INFO! Emosi IKN Disenggol, Polisikan Rocky Gerung, Panglima Dayak: Pengganggu akan Dihukum Adat

Pada kesempatan ini, Fitriana juga mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan Rumah Cahaya Indonesia.

"Menghadapi Bonus Demografi Tahun 2045, generasi muda harus dipersiapkan tidak hanya teori yang dipelajari tetapi juga keterampilan-keterampilan seperti yang di lakukan oleh Rumah Cahaya Indonesia melalui program menjahit, desain grafis, dan photografi," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: