Fantastis, Prediksi Jumlah Penduduk Sumsel 9,7 Juta Jiwa Pada Tahun 2035

Fantastis, Prediksi Jumlah Penduduk Sumsel 9,7 Juta Jiwa Pada Tahun 2035

Ilustrasi perkiraan jumlah penduduk Sumsel pada tahun 2035.--dok : sumeks.co

Fantastis, Prediksi Jumlah Penduduk Sumsel 9,7 Juta Jiwa Pada Tahun 2035

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Jumlah penduduk Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diproyeksi mencapai 9,7 juta jiwa pada tahun 2035 mendatang.

Diperkirakan, komposisi penduduk usia produktif akan lebih tinggi daripada usia non-produktif.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS Provinsi Sumsel, Moh Wahyu Yulianto SST SSI MSi, yang menyatakan bahwa proyeksi jumlah penduduk akan mencapai sekitar 9,7 juta jiwa, meningkat dari posisi saat ini yang berjumlah 8,65 juta jiwa.

BACA JUGA:Meningkat Pesat, Ini Rincian Jumlah Penduduk Per Kecamatan di Kota Palembang

Menghadapi pertumbuhan penduduk ini, Moh Wahyu Yulianto menekankan pentingnya merencanakan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) dari Presiden tahun 2024 untuk periode 10-15 tahun ke depan demi menghadapi tantangan masa depan.

“Karena itu kita harus merencanakan RPJMN dari Presiden tahun 2024 untuk generasi masa depan, 10-15 tahun ke depan,” ungkapnya dikutip dari sumateraekspres.id.

BPS secara periodik mengadakan sensus penduduk setiap 10 tahun untuk memahami struktur penduduk secara lebih mendalam.

Hasil sensus penduduk tahun 2020 menunjukkan bahwa tren pertumbuhan penduduk Sumsel selalu meningkat dengan laju pertumbuhan sekitar 1,25 persen per tahun.

BACA JUGA:KB Berfungsi Kendalikan Jumlah Penduduk dan Atur Jarak Kelahiran

"Namun, perhatian tidak hanya tertuju pada pertumbuhan jumlah penduduk, melainkan juga pada komposisi penduduk agar dapat memahami intervensi dalam pembangunan kependudukan ke depan," jelasnya.

Lanjut Wahyu menuturkan, data dari sensus penduduk 2020 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Sumsel mencapai 8,5 juta jiwa dengan komposisi gender yang didominasi oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Rasio gender adalah 109 laki-laki per 100 perempuan.

Dalam konteks komposisi generasi saat ini, baik di tingkat nasional maupun daerah, terjadi kecenderungan meningkatnya jumlah generasi produktif (generasi Z dan milenial).

Hal ini menimbulkan tantangan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana bagi generasi yang masih bersekolah agar mereka tidak hanya menjadi tenaga kerja produktif, tetapi juga memiliki kompetensi yang baik.

BACA JUGA:Jumlah Penduduk Indonesia, Jabar Terbesar-Kaltara Tersedikit

Perlu dipersiapkan bonus generasi produktif dengan kemampuan bersaing di era keterbukaan pasar internasional, termasuk di Indonesia.

"Komposisi generasi produktif (generasi Z dan milenial) mencapai hampir 50 persen dari total penduduk Sumsel, yaitu sekitar 4,2-4,5 juta jiwa. Oleh karena itu, persiapan untuk masa depan menjadi hal yang krusial," tuturnya.

Kendati demikian Wahyu menyebutkan, sementara itu pada tahun 2020, sekitar 8,5 persen penduduk berusia lanjut (di atas 60 tahun).

Dalam proyeksi tahun 2035, komposisi usia lanjut diperkirakan akan mencapai 14 persen dari total penduduk sebanyak 9,7 juta jiwa. Dengan demikian, mereka akan masuk dalam kategori usia non-produktif.

BACA JUGA:Jumlah Penduduk di Kecamatan Ini Hanya 21 ribu Jiwa, Terpadat di Kecamatan Kayuagung

Meskipun beberapa di antara mereka masih dapat bekerja, sebagian besar akan memerlukan fasilitas asuransi kesehatan untuk mendukung kesejahteraan mereka.

Dari segi gender, kelompok usia tidak produktif di atas 60 tahun lebih banyak didominasi oleh perempuan daripada laki-laki.

Hasil sensus penduduk BPS ini memberikan informasi yang penting bagi pemerintah daerah (pemda) terkait fenomena demografi di Sumsel.

Perlu dicatat bahwa bonus demografi yang dimiliki saat ini memberikan peluang besar hingga tahun 2041.

BACA JUGA:Jumlah PNS Tak Sebanding dengan Jumlah Penduduk Jadi Latar Rencana Pensiun Dini Massal PNS

"Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan usia-usia produktif agar menjadi kompeten, kuat, dan sehat sehingga mereka dapat memberikan kontribusi bagi negara, serta mampu menopang generasi yang usianya tidak produktif, sehingga tidak menjadi beban negara," tukasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: