Bupati Panca Mawardi Ingatkan Agar Perawat Menjaga Pasien Dengan Baik

Bupati Panca Mawardi Ingatkan Agar Perawat Menjaga Pasien Dengan Baik

--

INDRALAYA, SUMEKS.CO - Hal yang paling sering terjadi di pelayanan masyarakat khususnya bagi perawat baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ogan Ilir, banyak pasien mendapat perlakuan kurang baik dari perawat.

Bahkan Bupati Panca Wijaya Akbar mengingatkan kepada perawat yang bertugas agar menjaga pasien dengan baik.

Bupati Panca Wijaya Akbar mengatakan hal tersebut saat sambutan dalam menghadiri Pelantikan Dewan Pembina dan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesian Kabupaten Ogan Ilir 2022-2027 di gedung serbaguna Caram Seguguk KPT Tanjung Senai, Selasa 14 Februari 2023.

Mengawali sambutannya, Bupati Panca Wijaya Akbar mengucapkan selamat kepada Ketua dan Pengurus Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Ogan Ilir atas dilantiknya.

BACA JUGA:Bakal Ada Kejurnas Sumsel Wisata Rally Gubernur Sumsel Cup di Ogan Ilir!

Pemkab Ogan Ilir sudah berupaya bagaimana memakmurkan perawat yang ada di Kabupaten Ogan Ilir kedua bagaimana memonitor dan mengevaluasi kinerja perawat yang ada di Ogan Ilir,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir sudah semaksimal mungkin melalui APBD secara bertahap meningkatkan kesejahteraan para perawat yang bekerja di puskesmas-puskesmas dan RSUD.

Bidang lain juga bisa tumbuh demi kesejahteraan masyarakat, makmur, dan aman. Karena itu PPNI saya harap bisa berkolaborasi dengan Pemkab Ogan Ilir

Orang nomor satu di Kabupaten Ogan Ilir ini juga berpesan kepada para perawat yang bekerja di puskesmas dan RSUD Ogan Ilir untuk benar-benar mengabdikan diri dan fokus pada pengerjaannya untuk bertugas merawat dengan sepenuh hati dapat melayani masyarakat.

BACA JUGA:Tak Terima Anaknya Ditilang, Emak-emak di Lubuklinggau Labrak Polantas, Videonya Viral

“Saya sedih, mungkin para rekan-rekan perawat juga sedih mendengar berita bulan lalu ada jari kelingking tangan balita yang terpotong karena perawat, tentunya kita tidak menyalahkan profesinya melainkan kesalahan individunya,” katanya saraya mengaku awalnya mendengar berita jari tangan bayi terpotong menyangka hoax, ternyata benar adanya

Tentunya kata Bupati, citra perawat apalagi lulusannya itu akan menjadi gambaran apabila per individu melakukan kesalahan.

“Pesan saya hanya satu kepada seluruh perawat agar memisahkan antara permasalahan pribadi dengan pekerjaannya. Yang sering mengganggu kita kerja adalah, permasalahan yang ada di keluarga, kita bawa kerja, itu yang kadang-kadang membuat kita terpecah belah. Jadi bekerjalah dengan baik, jaga dan rawat baik-baik pasiennya,” terangnya.

Apalagi lanjutnya, tugas seorang perawat sangat sensitif tentunya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: