Masjid Agung Palembang, Dibangun Pada Abad ke-18 Warisan Kesultanan Palembang Darussalam

Masjid Agung Palembang, Dibangun Pada Abad ke-18 Warisan Kesultanan Palembang Darussalam

Bangunan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo atau Masjid Agung Palembang.-Dheny Wahyudi-

PALEMBANG, SUMEKS.CO – Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Agung Palembang

Usia masjid ini sudah sangat tua. Bangunan utama masjid yang terbuat dari kayu dibangun pada abad ke-18. 

Disebutkan sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam

"Ini masjid juga merupakan peninggalan Kkesultanan Palembang Darussalam," ujar ketua Pengurus Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo Kms H Andi Syarifuddin, Mag, kepada SUMEKS.CO, Selasa, 1 November 2022. 

BACA JUGA:Fakta Tentang Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak dan Kantor Wali Kota Palembang yang Belum Banyak Diketahui

Masjid kebanggaan masyarakat Palembang ini memiliki desain bangunan yang menarik. 

Menara masjid berbentuk melengkung pada bagian ujungnya, menjadi daya tarik dan memperlihatkan keindahan arsitektur bangunan masjid.

“Masjid Agung Palembang, salah satu icon atau landmark Kota Palembang,” tambah Andi. 

Lokasinya berada di pusat Kota Palembang, Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. 

BACA JUGA:Mau Tahu Sejarah Jembatan Ampera? Simak Kesaksian Sejarahwan Sumsel

Jarak masjid ini juga sangat dekat dengan Jembatan Ampera, sekitar 400 meter. Wisatawan yang mengunjungi Jembatan Ampera akan mampir ke masjid ini untuk shalat. 

Masjid ini sempat beberapa kali direnovasi, namun bangunan utama tetap dipertahankan. Yakni bangunan yang terletak di bagian tengah. 

Setelah berabad-abad, Masjid Agung Palembang berganti nama menjadi Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikramo. Berlaku sejak awal Februari 2021 lalu.

"Ya, kalau bangunan masjid sekitar 30×36 meter dan ini masjid juga bisa menampung 15 ribu jamaah," kata Andi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: