Danau Raya Dijadikan Jadi Trigger Kebangkitan Ekonomi Lokal Warga Muratara

Danau Raya Dijadikan Jadi Trigger Kebangkitan Ekonomi Lokal Warga Muratara

Ilustrasi--

SUMEKS.CO, MURATARA - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tidak akan melepaskan pengembangan objek wisata Danau Raya, ke pihak ketiga. 

Danau Raya yang terletak di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, memiliki potensi menjadi trigger kebangkitan ekonomi masyarakat lokal.

Sekertaris Daerah (Sekda) Muratara, Elvandary, menuturkan Danau Raya, merupakan danau meteorit yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu.

“Di seputar danau itu didapati beragam jejak peradaban, mulai dari peradaban pra sejarah megalitikum, hingga peradaban modern,” katanya kepada sumeks.co, Jumat (19/8). 

BACA JUGA:Ngelong ke Lubuklinggau, Ini Rekomendasi Tempat Wisata yang Bisa Dikunjungi Traveler

Pemkab Muratara akan terus mengembangkan objek wisata Danau Raya, dengan konsep wisata air dipadu wisata budaya. 

"Disana ada Suku Anak Dalam dan kelompok masyarakat lainnya, Kita akan mengajak mereka dalam pengembangan objek wisata ini," ucap Elvandari yang sudah berengalaman selama bertugas di Kementerian Desa Tertinggal dan sudah keliling 90 persen wilayah di Indonesia.

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Muratara memiliki keunikan tersendiri. Baik dari segi kebudayaan, peradaban maupun hal lainnya. 

"Masyarakat Muratara memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap wilayah maupun budaya mereka. Sangat kental dengan hubungan kekerabatan dan agama," ucapnya.

BACA JUGA:Wisata ke Pagaralam, Ada Hasil Kerajinan dari Rotan untuk Oleh-Oleh

Secara otomatis, jika pengelolaan objek wisata Danau Raya diberikan ke pihak ketiga secara langsung, akan ditolak masyarakat dan tidak akan berkembang. 

"Jadi semua bentuk kebudayaan yang ada di Muratara ini, nantinya akan Kami kumpulkan di Danau Raya. Semacam miniatur taman mini indonesia, semua komunitas warga harus berperan dalam pengembangan objek wisata itu," timpalnya.

Pemkab Muratara akan memfasilitasi secara langsung dengan cara membentuk komunitas sadar wisata, menjamin keamanan wilayah dan lainnya. 

"Masyarakat seputar lingkar danau harus dijadikan masyarakat sadar wisata, supaya pengembangan objek wisata ini berjalan dengan lancar dan bisa menjadi sumber ekonomi baru di Muratara," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: