Ketika Marja Kami Dibunuh: Renungan Seorang Syiah Indonesia
Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan udara besar yang dikaitkan dengan operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel--
Oleh: Dr. Zailani, Ketua PW IJABI Sumatera Selatan 2008 - 2016
Saya masih ingat betul pagi itu. Telepon genggam saya berdering tanpa henti.
Pesan masuk bertubi-tubi di berbagai grup WhatsApp. Judul-judul berita muncul dengan kata yang sama: Khamenei terbunuh.
Awalnya saya tidak percaya.
Seorang sahabat mengirimkan tautan berita internasional. Saya menutupnya. Saya katakan kepada diri sendiri: Ini pasti propaganda perang.
Dalam dunia geopolitik modern, informasi sering dipakai sebagai senjata. Hoaks dan operasi psikologis bertebaran di internet.
Saya berada dalam fase shock. Kemudian datang fase denial.
BACA JUGA: Iran Resmi Berkabung 40 Hari Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
BACA JUGA:Innalillahi, Ayatollah Khamenei Tewas Diserang, Apakah Iran Akan Perang Terbuka?

Dr. Zailani, Ketua PW IJABI Sumatera Selatan 2008 - 2016 --
Saya mencari konfirmasi lain. Saya berharap ada klarifikasi dari Iran bahwa berita itu tidak benar. Saya berharap ada foto terbaru, atau pernyataan resmi yang menyatakan beliau selamat.
Namun sedikit demi sedikit realitas mulai mengeras.
Media internasional melaporkan bahwa pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan udara besar yang dikaitkan dengan operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026.
Iran bahkan menetapkan masa berkabung nasional selama empat puluh hari setelah kematian beliau dikonfirmasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
