Ngeri! Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz atau Infrastruktur Dihancurkan, Iran Bergeming?

Ngeri! Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz atau Infrastruktur Dihancurkan, Iran Bergeming?

Detik-Detik Mencekam! Trump Ancam Luluhlantakkan Iran Jika Tolak Ultimatum--

Diplomasi Memasuki Fase Kritis, Iran Tolak Ultimatum Trump Buka Selat Hormuz

SUMEKS.CO- Upaya diplomasi untuk menghentikan konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memasuki tahap genting, di tengah meningkatnya ketegangan menjelang tenggat waktu (deadline) yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.

Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, menyampaikan bahwa proses mediasi yang melibatkan sejumlah negara, termasuk Pakistan, kini berada pada fase sensitif.

Ia menyebut upaya perdamaian masih berjalan, meski belum ada rincian lebih lanjut mengenai perkembangan negosiasi.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam sebelum batas waktu yang diberikan Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Pemerintah AS mengancam akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur vital jika tuntutan membuka Selat Hormuz tersebut tidak dipenuhi.

Di sisi lain, Iran tetap menolak membuka jalur pelayaran strategis tersebut Selat Hormuz maupun menerima proposal gencatan senjata yang diajukan.

Teheran menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup penghentian total konflik serta mencakup isu lain seperti pencabutan sanksi dan jaminan keamanan kawasan.

BACA JUGA:Trump Beri Deadline Iran Buka Selat Hormuz hingga Selasa Malam, Opsi Militer Disiapkan

BACA JUGA:Tak Disangka, Ini Respon Iran Usai Diultimatum AS Buka Selat Hormuz Dalam Waktu 48 Jam

Seruan untuk menahan eskalasi juga datang dari negara kawasan. Duta Besar Iran untuk Kuwait, Mohammad Toutounji, mengimbau negara-negara Teluk agar memaksimalkan jalur diplomasi guna mencegah konflik yang lebih luas.

Sementara itu, situasi di lapangan masih memanas. Iran dan Israel dilaporkan saling melancarkan serangan, termasuk serangan udara terhadap infrastruktur di Teheran dan peluncuran rudal yang memicu sistem pertahanan udara di sejumlah wilayah.

Ketegangan juga meluas ke negara lain di kawasan. Arab Saudi dilaporkan mencegat sejumlah rudal balistik di wilayah timurnya, sementara beberapa negara Teluk mengeluarkan peringatan keselamatan bagi warganya.

Di tengah situasi tersebut, Trump kembali menegaskan ancaman militernya. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menyiapkan rencana untuk menghancurkan fasilitas penting Iran,

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: