Banner Pemprov

Iran Membalas, Gempur 5 Pangkalan Militer AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar

Iran Membalas, Gempur 5 Pangkalan Militer AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar

Usai Diserang, Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke lima pangkalan militer AS dan menyerang Israel, eskalasi besar terjadi di tengah negosiasi nuklir.--

Ketegangan Timur Tengah Memuncak, Iran Luncurkan Rudal ke Pangkalan AS dan Serang Israel

TEHERAN, SUMEKS.CO- Dibulan Ramadhan, Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan, Sabtu (28 Februari 2026).

Serangan ini disebut sebagai respons atas serangan udara yang sebelumnya dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran serta beberapa kota lain di Iran.

Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya lima pangkalan utama militer AS menjadi sasaran, yakni Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, Al-Salmiya di Kuwait, Al-Zafra di Uni Emirat Arab, pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain, serta King Hussein Air Base di Yordania.

Sejumlah media di kawasan Teluk melaporkan sirene serangan udara terus berbunyi di Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.

Ledakan juga dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah, termasuk Tel Aviv, Yerusalem Timur (al-Quds), dan Be’er Sheva. Namun, beberapa laporan mengenai ledakan di Arab Saudi dan Dubai belum dapat diverifikasi secara independen.

Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah Iran dan Amerika Serikat menyelesaikan putaran ketiga perundingan nuklir di Jenewa.

BACA JUGA:Memanas, Israel Serang 6 Negara Timur Tengah! Indonesia Siap Tuan Rumah Kualfikasi Piala Dunia 2026 Round 4

BACA JUGA:Viral, Pilot Amerika Menolak Menerbangkan Pesawat Penuh Senjata ke Israel

Kedua pihak dijadwalkan melanjutkan pembahasan lebih rinci di Wina pekan depan. Situasi ini menambah kekhawatiran global karena serangan berlangsung di tengah jalur diplomasi yang masih terbuka.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga menyatakan telah meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel, kurang dari dua jam setelah serangan udara yang diklaim dilakukan bersama oleh AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran.

Israel menyebut serangan ke Iran sebagai langkah “pre-emptive” atau pencegahan. Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tujuan operasi tersebut adalah menghancurkan program rudal dan nuklir Iran.

Pernyataan itu mempertegas bahwa konfrontasi ini bukan sekadar insiden terbatas, melainkan eskalasi besar yang melibatkan dua kekuatan militer utama di kawasan.

Di tengah situasi yang memanas, masyarakat sipil di berbagai negara Timur Tengah dilaporkan berada dalam kondisi siaga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: