Banner Pemprov

Kenapa Orang Indonesia Suka Makanan Pedas? Ternyata Ini Alasannya!

Kenapa Orang Indonesia Suka Makanan Pedas? Ternyata Ini Alasannya!

Kuliner khas Indonesia terkenal akan cita rasa pedas yang nagih dan menggugah selera--

SUMEKS.CO - Bagi banyak orang Indonesia, makanan pedas bukan sekadar pelengkap, melainkan seringkali dikaitkan dengan kebutuhan.

Indonesia terkenal akan kulinernya yang bercita rasa pedas. Mulai dari makanan ringan seperti cemilan basreng pedas, kudapan berat seperti rendang dan ayam geprek, hingga yang berkuah seperti seblak, cita rasa pedas sulit dipisahkan dari kehidupan kuliner Indonesia. Rupanya, masyarakat Indonesia telah menggemari makanan pedas sejak ratusan tahun yang lalu. 

Sebagian besar masakan khas Indonesia memakai cabai, lada, dan rempah-rempah sebagai bahan utama. Dengan begitu, masyarakat sudah mengenal rasa pedas sejak usia muda. Rada pedas mampu menambah kenikmatan saat makan, juga diyakini meningkatkan nafsu makan. 

Kebiasaan dan kegemaran orang Indonesia memakan makanan pedas ini nyatanya bukan tanpa alasan. Ada faktor-faktor yang menyebabkan mengapa masyarakat Indonesia begitu dekat dengan kuliner bercita rasa pedas yang rupanya berakar dari sejarah dan masa lalu.

BACA JUGA:Ramalan Zodiak 13 Mei 2026: Dari Aries hingga Pisces, Siapa yang Paling Bersinar?

BACA JUGA:Innalillahi, ASN Kementerian HAM Sumsel Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kost

Alasan Orang Indonesia Suka Makanan Pedas

Alasan mengapa makanan pedas sangat lekat dengan lidah masyarakat Indonesia tak lepas dari adanya pengaruh budaya, ekonomi, iklim, hingga kebiasaan. Semua faktor ini turut berperan dalam menjadikan rasa pedas sebagai identitas kuat dalam kuliner Nusantara.


Kuliner khas Indonesia terkenal akan cita rasa pedas yang nagih dan menggugah selera--

1. Budaya Makanan Pedas

Makanan Indonesia didominasi oleh cita rasa pedas karena cabai dan sambal telah digunakan dalam masakan Indonesia sejak dahulu. 

Sejarawan Fadly Rahman dalam bukunya ‘Rijstaffel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942′ mencatat bahwa penggunaan cabai dan sambal sudah menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Indonesia sejak lama. Namun, banyak yang keliru mengira bahwa rempah-rempah, termasuk cabai, digunakan hanya untuk menutupi aroma tidak sedap pada bahan makanan seperti daging.

BACA JUGA:8 Tips Agar Tanaman Cabe Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat untuk Petani Pemula

BACA JUGA:5 Buah yang Tinggi Kandungan Air, Bantu Cegah Dehidrasi Sepanjang Musim Kemarau

2. Akses yang Mudah akan Rempah-rempah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: