Pengendara Was-was, Jalinsum Ruas Belimbing–Simpang Meo Ditambal Sulam
PERBAIKAN JALAN : Kondisi ruas jalan tersebut saat ini tengah dalam proses perbaikan tambal sulam yang menyebabkan banyak titik badan jalan berlobang dan berpotensi memicu kecelakaan.--
MUARA ENIM, SUMEKS.CO - Pengguna Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Belimbing–Simpang Meo, Kabupaten MUARA ENIM, diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, ruas jalan tersebut saat ini tengah dalam proses perbaikan tambal sulam yang menyebabkan banyak titik badan jalan berlobang dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari dan saat hujan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pengendara, khususnya roda dua, mengaku terkejut dengan kondisi jalan yang berubah dalam beberapa hari terakhir. Lubang-lubang dengan ukuran bervariasi muncul akibat proses pengerukan aspal, padahal sebelumnya kondisi jalan relatif mulus.
BACA JUGA:310 Jamaah Haji Muara Enim Diberangkatkan dalam 2 Kloter
BACA JUGA:Antisipasi Asap Karhutla, Muara Enim Tetapkan Status Siaga Darurat 123 Hari, Mulai 1 Mei 2026
Kondisi ini semakin berbahaya ketika malam hari karena minimnya pencahayaan, serta saat hujan turun yang menggenangi badan jalan sehingga lubang tidak terlihat jelas. Akibatnya, tidak sedikit pengendara yang hampir terjebak dan kehilangan kendali.
"Kalau tidak siap dan agak ngebut bisa saja terbalik. Apalagi kalau tidak tahu jalan sedang diperbaiki. Meski lubangnya tidak terlalu dalam, tetap saja kaget karena sebelumnya jalan masih rata,"ujar Roni (35), warga Muara Enim, Selasa 5 Mei 2026.
Meski demikian, Roni mengaku mendukung upaya perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah pusat. Kondisi Jalinsum, khususnya di dalam Kota Muara Enim, memang sudah banyak mengalami kerusakan sehingga perlu segera diperbaiki. Ia berharap proses perbaikan tidak berlarut-larut.
BACA JUGA:Antisipasi Asap Karhutla, Muara Enim Tetapkan Status Siaga Darurat 123 Hari, Mulai 1 Mei 2026
BACA JUGA:Rekonstruksi 12 Adegan, Jukir Pasar Inpres Muara Enim Ditusuk 4 Kali
Selain itu, penambalan diharapkan dilakukan dengan rapi dan rata agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. "Jangan sampai dibiarkan terlalu lama, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Itu sangat mengganggu pengguna jalan," tambahnya.
Sementara itu, Fitrah selaku pengawas dari PT Sechon Palembang selaku kontraktor menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas melakukan pengerukan aspal (milling) pada ruas Belimbing hingga Sugih Waras (Simpang Meo).
"Kami hanya bagian pengerukan sesuai kontrak. Untuk penambalan itu dikerjakan oleh pihak lain. Tugas saya memastikan pekerjaan ini sesuai dengan spesifikasi dan tidak menyimpang,"jelasnya.
BACA JUGA:Profil Ratu Sofya: Aktris 20 Tahun yang Menjadi Ikon Horor Generasi Baru
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










