Catat, ini Kondisi Kesehatan Motjaba Khamenei PascaSerangan AS-Israel
Motjaba Khamenei. --
TEHERAN, SUMEKS.CO - Kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran, Motjaba Khamenei mulau terungkap ke publik. Putra Ayatollah Ali Khamenei itu disebut mengalami luka serius di bagian kaki dan wajah akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, pada akhir Februari.
The New York Times mengungkap kondisi kesehatan sang pemimpin pada Kamis (23/4/2026) yang mengutip sejumlah pejabat Iran.
Para pejabat Iran menyebutkan bahwa satu kaki Motjaba Khamenei telah dioperasi tiga kali dan ia sedang menunggu kaki palsu. Selain itu, ia juga menjalani operasi pada salah satu tangannya dan perlahan mulai memulihkan fungsi anggota tubuh tersebut.
BACA JUGA:Mentahkan Lobi Trump, Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026
Kondisi wajahnya dilaporkan cukup serius. “Wajah dan bibirnya mengalami luka bakar parah, sehingga menyulitkannya untuk berbicara,” kata para pejabat, seraya menambahkan bahwa “pada akhirnya, ia akan membutuhkan operasi plastik.”
Meski demikian, ia disebut tetap tajam secara mental dan masih terlibat dalam urusan negara.
Kepemimpinan sementara dialihkan ke Garda Revolusi
Dalam situasi kesehatannya saat ini, Mojtaba Khamenei disebut “untuk sementara” telah mendelegasikan pengambilan keputusan kepada para jenderal di Garda Revolusi Iran. Kelompok ini dikenal sebagai kekuatan militer ideologis yang memiliki pengaruh besar dalam struktur kekuasaan Iran.
BACA JUGA:Trump Lobi FIFA, Usulkan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Akses terhadap Mojtaba sangat dibatasi dengan alasan keamanan. Ia dilaporkan masih bersembunyi, dan komunikasi dilakukan melalui pesan tulisan tangan yang kemudian disampaikan kepada pihak terkait.
Presiden Iran terlibat perawatan medis Mojtaba
Para komandan Garda Revolusi disebut tidak menjenguk langsung Mojtaba Khamenei. Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang juga seorang ahli bedah jantung dilaporkan terlibat dalam perawatan medisnya.
Sementara itu, para jenderal Garda Revolusi yang memandang konflik dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai ancaman terhadap kelangsungan rezim kini memegang kendali strategi militer. Mereka juga disebut bertanggung jawab atas langkah-langkah seperti blokade Selat Hormuz. (dri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



















