Sepihak, Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata
Bendera Iran. Foto: Reuters--
TEHERAN, SUMEKS.CO - Gencatan senjata selama 14 hari perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran berakhir pada Selasa (21/4/2026). Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun Iran menyatakan pengumuman sepihak dari Trump itu tidak berarti bagi mereka.
"Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa," kata penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, dilansir CNN, Rabu (22/4/2026).
Mohammadi menyoroti pilihan Trump yang tetap melanjutkan blokade pelabuhan Iran meski gencatan senjata diperpanjang. Dia mengatakan kebijakan Trump itu harus ditanggapi secara aksi militer, bukan lewat meja perundingan.
"Pihak yang kalah tidak dapat mendikte syarat. Kelanjutan pengepungan tidak berbeda dengan pemboman dan harus ditanggapi dengan respons militer," kata Mohammadi.
Dia juga menilai perpanjangan gencatan senjata yang sepihak diumumkan Trump merupakan taktik AS dalam mengulur waktu sebelum akhirnya melanjutkan serangan ke wilayah Iran.
"Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba," katanya.
Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran Diperpanjang
BACA JUGA:Pakistan Desak AS-Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Negosiasi Gagal
Trump mengumumkan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Namun, Trump juga mengatakan kebijakan blokade pelabuhan Iran tetap akan dilanjutkan oleh militer AS.
"Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," kata Trump dilansir Al Jazeera, Rabu (22/4/2026).
Gencatan senjata AS dan Iran pertama kali dilakukan pada 7 April dan akan berakhir hari ini sebelum akhirnya diperpanjang oleh Trump. Trump mengatakan perpanjangan gencatan senjata kali ini tidak memiliki batas waktu.
"Oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan dan diskusi diselesaikan dengan satu atau lain cara," jelas Trump. (detik.com/dri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


















