Terungkap! Ternyata Ini Penyebab Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 1 Belum Bisa Dinikmati Warga

Masyarakat Dilarang Masuk! Hutama Karya Beberkan Alasan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 Belum Dibuka--
BACA JUGA:Vonis Ringan Kasus Korupsi Lahan Tol Betung-Tempino, Jaksa Tegas Nyatakan Banding
BACA JUGA:Pastikan Lahan Tol Betung-Tempino Bukan Milik Negara, PH Terdakwa AM Tunjukkan Bukti
“Hutama Karya bersama pihak terkait akan terus berkoordinasi untuk meningkatkan pengamanan dan memastikan akses yang tidak semestinya segera ditutup. Kami juga mengharapkan dukungan pemerintah untuk dapat menyelesaikan pembebasan lahan yang tersisa, sehingga Seksi 1 Tol Sigli – Banda Aceh bisa segera beroperasi melayani masyarakat,” tambahnya.
Call Center dan Media Sosial untuk Pengaduan
Sebagai langkah antisipasi, Hutama Karya membuka layanan pengaduan jika masyarakat menemukan pihak yang mencoba memasuki atau beraktivitas di area tol yang belum beroperasi.
Laporan bisa disampaikan melalui:Call Center Tol Sigli – Banda Aceh: 0821-6434-6434. Media Sosial Resmi Hutama Karya: @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya
Dengan adanya saluran pengaduan ini, perusahaan berharap masyarakat lebih aktif melaporkan kejadian yang bisa membahayakan keselamatan di area konstruksi.
Jalan Tol Sigli - Banda Aceh merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dibangun untuk meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatera.
Jika seluruh seksi beroperasi penuh, tol ini akan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Banda Aceh ke Sigli secara signifikan, sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Aceh.
Saat ini, masyarakat Aceh sudah dapat menikmati layanan tol di Seksi 2 hingga Seksi 6 (Seulimeum – Baitussalam) yang beroperasi dengan baik.
BACA JUGA:KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan Tol di Lampung, Kerugian Negara Capai Rp205 Miliar
Namun, penyelesaian Seksi 1 Padang Tiji – Seulimeum menjadi kunci agar seluruh jalur tol bisa terhubung tanpa hambatan.
Hutama Karya menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan dan pekerja konstruksi merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, perusahaan lebih memilih menunda pengoperasian Seksi 1 hingga semua aspek keamanan terpenuhi.
Dengan adanya dukungan pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, diharapkan seluruh masalah pembebasan lahan bisa segera selesai sehingga Tol Sigli – Banda Aceh dapat berfungsi penuh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: