Gempa Dahsyat Magnitudo 7,7 Guncang Myanmar dan Thailand, Gandhi Fernando Selamatkan Diri Bersama Warga Lokal

Gempa Dahsyat Magnitudo 7,7 Guncang Myanmar dan Thailand, Gandhi Fernando Selamatkan Diri Bersama Warga Lokal

Gempa dahsyat magnitudo 7,7 mengguncang Myanmar dan Thailand, namun keberuntungan berpihak pada Gandhi Fernando dan teman-temannya yang berhasil selamatkan diri bersama warga setempat.--

SUMEKS.CO - Sebuah gempa bumi besar dengan kekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Myanmar dan Thailand, menimbulkan kepanikan besar di kawasan tersebut.

Kejadian ini terjadi pada Jumat 28 Maret 2025 pukul 14.45 waktu setempat dan langsung dirasakan oleh warga di berbagai negara tetangga.

Getaran kuat dilaporkan terasa hingga India, Bangladesh, Laos, dan China, menambah kekhawatiran akan dampak besar yang dapat ditimbulkan oleh peristiwa alam ini.

Gempa ini terdeteksi oleh Badan Meteorologi dan Geofisika setempat dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, sekitar 200 km dari perbatasan Myanmar dan Thailand.

BACA JUGA:Pegawai Toko Eskrim di Palembang Ini Kaget Motornya Tidak Ada di Parkiran, Pelaku Curanmor Terekam CCTV

BACA JUGA:Sebanyak 729 Warga Binaan Rutan Pakjo Palembang Dapat Remisi Khusus, 18 Diantaranya Bebas Murni

Guncangan yang sangat kuat ini memengaruhi wilayah-wilayah utama di kedua negara tersebut, termasuk kota-kota besar seperti Yangon dan Chiang Mai.

Warga yang merasakan guncangan langsung berlarian keluar rumah, beberapa di antaranya terjebak di reruntuhan bangunan yang runtuh akibat dampak gempa.

Banyak infrastruktur di daerah-daerah terdampak mengalami kerusakan parah, termasuk jalan raya, jembatan, dan bangunan tinggi.

Di beberapa lokasi, listrik padam total dan komunikasi terputus, mempersulit upaya penyelamatan dan pemulihan.

BACA JUGA:Wakil Ketua Komisi XI Fauzi Amro Gelar Buka Puasa Bersama di Kota Lubuklinggau Sumsel

BACA JUGA:Lebaran di Palembang Dulu Vs Sekarang, Dulu Meriah Kini Menghilang

Tim SAR telah diterjunkan ke lokasi untuk mencari korban yang mungkin tertimbun, sementara pemerintah Myanmar dan Thailand berusaha mengorganisir bantuan dan memberikan tempat penampungan sementara bagi para pengungsi.

Gempa besar ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma psikologis bagi warga yang selamat. Banyak dari mereka merasa ketakutan dan cemas akan terjadinya gempa susulan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait