Detik-Detik Pemeras di Sungai Dawas Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangi Sungai Demi Minyak Ilegal
Detik-Detik pemeras di Sungai Dawas tewas diterkam buaya saat seberangi Sungai demi minyak ilegal.-Foto: dokumen/sumeks.co-
Akhirnya, jasad Riki baru ditemukan pada Minggu 15 September 2024, sekitar pukul 10.00 WIB dengan kondisi sudah tak bernyawa.
Sementara, Kapolres Muba, AKBP Listiyono Dwi Nugroho, membenarkan peristiwa tersebut.
Kapolres menyayangkan tindakan warga yang tetap nekat menyeberangi sungai meski pihak berwenang telah memasang pengaman berupa seng dan kawat berduri di sekitar kawasan.
BACA JUGA: Pipa Penutup Dirusak, 3 Sumur Minyak Ilegal di Sungai Lilin Muba Kembali Terbakar, 3 Warga Ditangkap
“Kami telah menutup area ini dengan seng dan kawat berduri, bahkan menempatkan petugas di lapangan, namun warga masih berusaha menyeberang untuk mengambil minyak mentah,” terang Kapolres.
Dia menekankan pentingnya langkah pemerintah, terutama SKK Migas dan Pertamina, untuk segera membersihkan tumpahan minyak mentah.
Selain itu juga bisa memberikan bantuan sosial bagi warga yang diharapkan bisa mencegah warga melakukan aktivitas berisiko.
Kini, ancaman bagi warga di sekitar Sungai Parung Dawas tidak hanya berasal dari kebakaran akibat minyak mentah, tetapi saat ini juga dari buaya yang sudah mengintai warga di sepanjang aliran sungai itu.
BACA JUGA:Sumur Minyak Ilegal Sungai Parung Muba Kembali Meledak, Diduga Banyak Makan Korban
Diberitakan sebelumnya, seorang pemeras minyak di areal sumur minyak ilegal atau illegal drilling Muba dikabarkan tewas diterkam seekor buaya.
Kabar seorang pemeras minyak tewas di Sungai Dawas, Kecamatan Sungai Lilin yang diterkam buaya ini sudah heboh di media sosial.
Beberapa akun penggiat medsos memposting video terkait peristiwa ini. "Tidak mengindahkan imbauan maklumat kapolri dan imbauan pemerintah," jelas Postingan @miminsekayu.
"Inallilahi Wainalilahirojiun. Tadi malam (Sabtu) sekira pukul 20.00 WIB, telah terjadi Peristiwa slh satu warga yang sedang meras minyak Di Sungai Parung".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: