Cara menjadi Suami Ideal Mencontoh Nabi Muhammad SAW, Pengantin Baru Wajib Tahu!

Cara menjadi Suami Ideal Mencontoh Nabi Muhammad SAW, Pengantin Baru Wajib Tahu!

Ilustrasi--net

BACA JUGA:The Real Flash! Kisah Kecepatan dan Ketepatan Sultan Muhammad Al-Fatih dalam Membangun Benteng Bogazkesen

Seandainya Rasulullah menceraikan salah satu dari mereka, niscaya dia akan menunggu di depan pintu rumah suaminya hingga hari akhir nanti. 

Setelah Rasulullah SAW wafat, ada banyak kerinduan dan kesedihan yang mendalam, bahkan Abu Bakar dan Umar mendapati istri-istri Rasulullah menangis setiap kali mereka mengunjungi mereka. 

Tangisan mereka tampaknya terus berlanjut sepanjang sisa hidup mereka. Nabi Muhammad meninggalkan kesan abadi pada semua istri-istrinya.

Meski Rasulullah pada suatu saat, mempunyai sembilan istri tapi beliau dapat memperlakukan mereka semua dengan setara dan tanpa masalah serius. 

BACA JUGA:Sang Infanteri Terbaik Kaum Muslimin, Pujian dari Rasulullah SAW Untuk Salamah bin Al-Akwa

Rasulullah adalah suami yang baik dan lembut, dan tidak pernah berperilaku kasar atau berkata kasar. 

Singkatnya, dia adalah suami yang sempurna. Beberapa hari sebelum kematiannya, beliau berkata, “Seorang hamba telah diijinkan untuk memilih dunia ini atau Tuhannya. Dia memilih Tuhannya.” Hadits riwayat Al-Bukhari. 

Abu Bakar, yang cerdas mulai menangis, menyadari bahwa Nabi sedang berbicara tentang dirinya sendiri. 

Penyakitnya semakin parah setiap hari, dan sakit kepala yang parah menyebabkan Rasulullah kesakitan. 

BACA JUGA:5 Amalan 10 Rajab yang Bisa Dikerjakan Mulai Besok 22 Januari 2024, Jangan Sampai Lewat Ya!

Namun bahkan selama masa sulit itu, Rasulullah terus memperlakukan istrinya dengan baik dan lemah lembut. 

Rasulullah meminta izin untuk tinggal di satu kamar, karena dia tidak punya kekuatan untuk mengunjungi mereka satu per satu. Istri-istrinya menyetujuinya, dan Rasulullah menghabiskan hari-hari terakhirnya di kamar Aisyah.

Kelemah lembutan Rasulullah merasuk begitu dalam ke dalam jiwa istri-istrinya sehingga kepergiannya membawa mereka pada apa yang mereka rasakan sebagai perpisahan yang tidak dapat dijembatani. 

Sa'ad ibn Abi Waqqas menggambarkan kebaikan Rasulullah sebagai berikut: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: