Irma Suryani: Angka Stunting di Muara Enim Masih 11 Persen

Irma Suryani: Angka Stunting di Muara Enim Masih 11 Persen

Anggota DPR RI Komisi IX Irma Suryani Chaniago bersama BKKBN melakukan sosialisasi penekanan angka stunting di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Senin 11 Desember 2023.--

MUARA ENIM, SUMEKS.CO - Anggota DPR RI Komisi IX Irma Suryani Chaniago bersama BKKBN melakukan sosialisasi penekanan angka stunting di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Senin 11 Desember 2023.

Seperti biasa, Irma Suryani memberikan sosialisasi sekaligus membuka wawasan ratusan warga yang hadir dalam kesempatan itu.

"Di Muara Enim masih di atas 11 persen anak stunting," sebutnya.

Untuk itu, stunting yang merupakan gagal tumbuh kembang anak di masa 1000 hari kelahiran harus dicegah. 

BACA JUGA:Realiasasi Penerimaan Pajak Daerah Per Desember 2023 Capai 93,33 Persen, Pemerintah Kota Palembang Optimis

"Agar anak tidak stunting, kita harus menjaga makanan dan memberikan makanan bergizi dan bervitamin, memeriksakan kandungan ke Puskesmas supaya tahu perkembangan janin seperti apa," jelasnya.

Kalau seandainya ditemukan kasus otaknya tidak berkembang, maka dokter akan memberikan vitamin dan obat supaya otaknya berkembang.

"Untuk itu, periksakan ke Puskesmas saat hamil itu sangat penting," jelasnya.

Selain itu, adalah penting untuk menjaga air bersih dan lingkungan yang bersih. Setelah lahir, anak dibawa ke Posyandu untuk diperiksakan berat badan, panjang badan dan sebagainya.

BACA JUGA:Sidang Korupsi Akusisi Saham PT SBS Ungkap Fakta Baru, Usai Diakuisisi Malah Punya Hutang Rp700 Miliar

Ketua tim advokasi, KIE dan Hubalila BKKBN, Taruna Rosevelt SH MHum menambahkan, stunting merupakan gagal tumbuh dan terhambatnya balita karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

"Ini berbahaya sekali kalau ini terjadi. Nanti anaknya tumbuh kecil dan otaknya buyan," jelasnya.

Lebih lanjut, Taruna menegaskan, anak stunting bisa diketahui dari berat badan anak saat lahir dan panjang anak saat lahir yang tidak normal alias lebih kecil dari bayi lahir normal pada umumnya.

Kemudian, di masa pertumbuhan anak tersebut mengalami lambat pertumbuhan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: