Pesantren Al-Kafiyah Bikin Heboh, Naik Haji Bukannya ke Mekkah Malah ke Israel

Pesantren Al-Kafiyah Bikin Heboh, Naik Haji Bukannya ke Mekkah Malah ke Israel

Pesantren Al-Kafiyah lagi-lagi membuat publik heboh, lantaran pernyataan salah satu santrinya yang menyebut naik haji ke Israel bukannya ke Mekkah--

BACA JUGA:Kontroversi Ajaran Nyeleneh Ponpes Al Kafiyah Terjawab, Ternyata Masyarakat Se-Indonesia Kena Prank 

"Saya tanya ke santri dia salat sampai 100 rakaat, terus dijawabnya untuk stok sampai minggu depan," kata pria tersebut. 

"Emang bisa gitu?," tanyanya lagi. 

Lalu, pertanyaan pria tersebut dijawab oleh seorang perempuan bercadar hitam. Bahwa, bagi Ponpes Al-Kafiyah diperbolehkan untuk menyetok salat hingga satu minggu. 

"Jadi salat itu primer, tayang perdana, modelnya gitu?," katanya lagi. 

BACA JUGA:Astaghfirullah! Ponpes Al Kafiyah Makin Ngawur, Benarkan Salat Nyetok 100 Rakaat Seminggu Bisa Libur Salat

Lalu, ada lagi seorang perempuan yang menggunakan mukenah mengatakan bahwa pria tersebut bisa "nyetok" kepada dirinya selama sembilan bulan. Namun, dijawab pria tersebut dia tidak tergoda. 

"Kalian itu ya astaghfirulloh...saya nggak mudah tergoda," lanjutnya. 

Pria tersebut kemudian bertanya kepada para wanita yang ada di pesantren tersebut, apakah membayar atau tidak ketika bergabung di Ponpes Al-Kafiyah. Lalu, dijawab bahwa mereka membayar. 

"Kan di dalam Islam sesungguhnya, jangankan berhubungan badan yang bukan muhrim, menyentuh saja itu sudah dosa. Ini kok diperbolehkan," ujarnya. 

BACA JUGA:Makin Kesini Ponpes Al Kafiyah Semakin Mirip Al Zaytun, Syarat Masuk Jadi Santri Bikin Warganet Geram

Pria tersebut lalu menyampaikan bahwa apa yang dilakukan di Ponpes Al-Kafiyah ini adalah salah. Terlebih lagi, perguruan di Ponpes Al-Kafiyah ini juga menyatakan bisa mencatat dan menghapus dosa manusia. 

Lalu, dijawab oleh wanita bercadar yang mengaku sebagai ustadzah itu bahwa dosa bisa dihapus apabila membayar dengan jumlah Rp 50 juta dan tidak bisa diminimalisir. 

"Jadi, harga hapus dosa itu Rp 50 juta, nggak bisa diminimkan lagi. Astaghfirullohal'adzim," tutupnya. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: