Tokoh Intelejen Indonesia Ngotot Tak Ada Penyimpangan Ideologi di Al Zaytun, Terus yang Pak Kumis Itu Siapa?

Tokoh Intelejen Indonesia Ngotot Tak Ada Penyimpangan Ideologi di Al Zaytun, Terus yang Pak Kumis Itu Siapa?

Mantan Kepala BIN Jenderal (purn) AM Hendropriyono ngotot tidak ada penyimpangan ideologi di Ponpes Pesantren Al Zaytun.--

Tokoh Intelijen Indonesia Ngotot Tak Ada Penyimpangan Ideologi di Al Zaytun, Terus yang Pak Kumis Itu Siapa?

SUMEKS.CO - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (purn) AM Hendropriyono ngotot tidak ada penyimpangan ideologi di Pondok Pesantren Al Zaytun

Laki-laki yang juluki "The Master of Intelligence" itu pun sudah melakukan penelitian ke Al Zaytun, untuk memastikan Al Zaytun terkait NII. 

Menurut Hendropriyono selama dirinya menjadi Kepala BIN, sasaran intelijen adalah masalah ideologi. Pada Al Zaytun, penelitian dilakukan untuk memastikan Al Zaytun masih menganut ideologi NII.

BACA JUGA:Wapres Minta Mahfud MD Bahas Temuan MUI Soal Ponpes Al Zaytun, Makruf Amin: ‘Saya Minta Ditindaklanjuti’

Kemudian BIN melakukan penyelidikan, dengan membentuk tim, dengan unsur Kementerian Agama dan MUI, termasuk Polri. Yang memimpin tim dari Kementerian Agama. 

"Hasilnya, secara ideologi, tidak ada NII. Jadi tidak bernapaskan NII. Ini justru wawasannya kebangsaan. Disitu ada gedung pembelajaran Soeharto, Soekarno, Bung Hatta," kata Hendropriyono, yang merupakan Kepala BIN pertama. 

Saat peletakan batu pertama, Hendropriyono mewakili Megawati untuk gedung Soekarno. Secara ideologis, kata Hendropriyono, Al Zaytun tidak ada penyimpangan. 

Hendropriyono beralasan, pihaknya hanya menyelidiki ideologi politik saja. Hasilnya tidak ada penyimpangan. 

BACA JUGA:Tiba-tiba Banyak Bus di Al Zaytun, Kata Sopir Beberapa Armada Bus Jabodetabek Diorder Orang Tua Jemput Santri

"Tidak ada apa-apa. Mereka tetap ngerti, pancasila ngerti. Semua ngerti. Jadi buat saya tugas saya selesai," katanya. 

Menurut Hendropriyono, tuduhan Panji Gumilang itu NII. Sehingga Al Zaytun juga dianggap NII. Sehingga dirinya bela mati-matian. 

Hendropriyono pun mengingatkan, jangan intelejen selalu dibilang tukang rekayasa. 

"Laporan kepada presiden, mulai dari Kapolri, BIN, Panglima TNI, Menteri Agama dan Mendagri, menyampaikan laporan, tidak ada tanda-tanda ada indikasi penyimpangan ideologi," kata Hendropriyono. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: