Quraish Shihab Tegaskan Garis Keturunan Rasulullah atau Nasab Seharusnya Mencerminkan Akhlak Nabi

Quraish Shihab Tegaskan Garis Keturunan Rasulullah atau Nasab Seharusnya Mencerminkan Akhlak Nabi

Quraish Shihab jelaskan Gonjang-Ganjing mengenai Nasab atau garis keturunan Nabi.--

BACA JUGA:Bolehkah Berangkat Haji dari Hadiah? Ustaz Abdul Somad: Tentu Saja Boleh, Asal...

Sementara dalam pandangannya, seseorang yang layak dipanggil Habib adalah keturunan Nabi ya g mencintai masyarakatnya dan masyarakat juga mencintainya.

"Kalau cuma mau dicintai, (tapi) tidak mau mencintai, ya bukan Habi itu dong," tegas Quraish Shihab.

Dia menceritakan, ayahnya mengajarkan bahwa tidak usah berkata bahwa dirinya adalah Habib.

"Tidak usah kamu yang mengatakan dirimu, saya Profesor, saya Doktor, biar dari kegiatanmu orang berkata, oh ini wajar dinamai Habib, ini wajar jadi Profesor", tambahnya.

BACA JUGA:11 Ciri-ciri Malaikat Menyamar Jadi Pengemis, Biasa Ini yang Dipinta Bukan Uang

Menurut Prof Quraish, keturunan Rasulullah telah diberi anugerah nasab yang luhur, maka ia berkewajiban untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam dirinya seperti bersikap lemah lembut dalam berdakwah.

"Kalau kewajiban itu tidak terpenuhi, maka garis keturunan yang dimilikinya tidak akan ada artinya," ujar penulis kitab Tafsir Al-Misbah ini.

Prof Quraish pun mengisahkan kisah putra Nabi Nuh yang bernama Kan'an. Sebagai putra seorang nabi, seharusnya Kan'an mencerminkan akhlak seperti orang tuanya. Tapi kenyataan berkata lain karena putra Nuh itu justru tidak mau beriman kepada Allah sehingga memperoleh siksa.

"Jadi, boleh berbangga, boleh merasa bersyukur, mempunyai garis keturunan kepada Nabi, tapi jangan tonjolkan itu. Tonjolkan lah akhlakmu, tonjolkan lah kebaikanmu, tonjolkan lah keramah-tamahan mu," tegas Quraish Shihab. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: