Sumsel Dilanda Banjir, 3 Daerah ini Diminta Waspada

Sumsel Dilanda Banjir, 3 Daerah ini Diminta Waspada

Ilustrasi. foto: dok sumeks.co--

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Tiga daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang berada di dataran rendah kawasan hilir yakni, Kota PALEMBANG, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin, diminta mengantisipasi banjir sama seperti di Kabupaten Lahat.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, tujuh kabupaten dan kota di Bumi Sriwijaya saat ini masih terendam banjir. Diantaranya Kabupaten Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muba, dan Kota Prabumulih.

Diantara tujuh daerah tersebut ketinggian air yang menggenangi mencapai 4 meter. Tak hanya itu, akibat yang ditimbulkan banjir bandang banyak bangunan dan ribuan rumah warga yang terendan air. Bahkan, sampai menelan satu korban jiwa yang hanyut terbawa air.

"Daerah yang lebih rendah, seperti Muba, Banyuasin, termasuk Palembang, berpotensi terendam banjir seperti daerah yang baru-baru ini melanda Sumsel," kata Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori, saat dikonfirmasi, Jumat, 17 Maret 2023.

BACA JUGA:Mayat Korban Banjir Lahat Ditemukan di Desa Payo

Ansori menyatakan, masyarakat diminta lebih waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Mengingat, wilayah yang berada pada dataran rendah juga akan ikut terdampak dari banjir bandang tersebut.

"Kita selalu mengimbau untuk selalu waspada. Karena tidak menutup kemungkinan resiko yang sama bisa terjadi," imbuh Ansori.

Guna mencegah hal itu terjadi, Ansori berharap agar pemerintah segera mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan kebijakan yang bisa mengurangi risiko terjadinya bencana banjir.

Salah satunya, dengan cara sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar. Khususnya, di kawasan sungai yang menjadi sentral kehidupan masyarakat. Selain itu, menindak tegas oknum yang melakukan penebangan pohon secara liar di kawasan hutan Sumsel.

"Perlu adanya kebijakan dan tindakan untuk mencegah hal itu terjadi," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: