Etika Terhadap Alam Lingkungan Wujud Keimanan Manusia

Senin 02-10-2023,09:32 WIB
Reporter : Dr. Syefriyeni, M.Ag
Editor : Rahmat

SUMEKS.CO - Selama ini oleh sebagian orang, kata etika, moral, dan akhlak, sering ditujukan hampir dominan hanya kepada manusia saja. Misalnya dikatakan; Perilakunya immoral terhadap si A. Ia menghina si B.

Ia tak menjaga sikap laku terhadap si C, dan lain sebagainya. Banyak dari kita yang memahamkan bahwa bermoral, berakhlak, berperilaku yang baik, hanya ditujukan kepada sesama manusia saja.

Sedikit dari kita yang memahami, bahwa berperilaku baik itu tidak hanya ditujukan semata-mata kepada manusia saja, atau sesama manusia saja.

Berperilaku baik selain kepada manusia juga ditujukan kepada hewan, tumbuhan dan alam lingkungan. Kita sejatinya berperilaku baik kepada Allah yang telah menciptakan kita, diantaranya dengan cara taqwa.

BACA JUGA:Terbongkar! Kerajaan Sriwijaya Ternyata Simpan Ratusan Ton Emas di Provinsi Bekas Jajahan Inggris Ini

Kita juga berperilaku baik kepada hewan-hewan diantaranya dengan menjaga siklus rantai habitatnya. Begitu juga kita berperilaku baik kepada alam lingkungan diantaranya, pandangan dan sikap laku kita yang berorientasi kepada kehidupan berkelanjutan.

Disini yang akan kita kupas hal terakhir, bermoral, berakhak yang baik terhadap alam lingkungan. Apa itu etika, moral, akhlak terhadap alam lingkungan? Apa sikap dan perilaku kita terhadap alam lingkungan? Bagaimana hubungan etika alam lingkungan dengan keimanan?

Etika terhadap alam lingkungan adalah, kita memahami bahwa alam lingkungan itu bagian dari hidup kita. Bahwa kita saling terhubung dan saling membutuhkan.

Alam membutuhkan sikap-sikap manusia yang baik untuk keterpeliharaannya. Manusia membutuhkan alam lingkungan untuk tempat tinggalnya, hidup disana, dan mengambil manfaat sekebutuhannya terhadap alam, tidak berlebih-lebihan.

BACA JUGA:Prediksi Terbaru BRIN, Cuaca Panas Mendidih Karena Fenomena El Nino Baru akan 'Menjinak' Hingga 2024?

Beretika terhadap alam lingkungan adalah memandang dan memahami bahwa alam lingkungan tersebut merupakan bagian dari kita sebagai manusia.

Manusia hidupnya tidak bisa dipisahkan dengan alam lingkungan. Manusia hadir di alam, dan beraktivitas di alam.

Apa yang dipakai manusia bersumber dari alam, apa yang dimakan manusia bersumber dari alam, bahkan udara yang kita hirup keluar masuk tubuh, tersedia di alam.

Alam menyediakan kebutuhan manusia. Manusia diperkenankan oleh Allah mengambil manfaat dari alam sesuai kebutuhannya tanpa berlebih-lebihan.

"Tidakkah kamu perhatikan, sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu, dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk, dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. QS. Luqman (31), ayat 20.

Kategori :