Skuad Mewah Timnas Indonesia Mulai Berdatangan, Kuwait Batal Datang, Erik Tohir Curiga Ada Sabotase

Skuad mewah Timnas Indonesia mulai berkumpul di Surabaya. Kuwait batal datang, Erik Tohir curiga sabotase. Simon Tahamata soroti naturalisasi, Romeny belum pulih--
Kuwait Batal Datang, PSSI Gerak Cepat Cari Pengganti. Awalnya, timnas Indonesia dijadwalkan melakoni dua laga uji coba melawan Lebanon dan Kuwait.
Namun, mendadak federasi sepak bola Kuwait menyampaikan pembatalan.
Menurut Erick Tohir, PSSI menerima surat resmi bahwa Kuwait tidak hanya membatalkan laga kontra Indonesia, tetapi juga mundur dari beberapa turnamen internasional di Asia Barat.
“Kami tentu sangat menyesal karena semua persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Ada rasa janggal, bahkan sempat kami duga ada sabotase. Tapi setelah kami cek, Kuwait juga mundur dari beberapa agenda lain. Jadi kemungkinan besar ada masalah internal mereka,” kata Erik Tohir.
Meski begitu, PSSI bergerak cepat. Sebagai pengganti, federasi sepak bola nasional mengonfirmasi bahwa lawan baru Indonesia adalah Chinese Taipei.
Tiket yang sebelumnya dibeli untuk laga melawan Kuwait otomatis berlaku untuk pertandingan kontra Chinese Taipei.
BACA JUGA:Kapten Timnas Indonesia Resmi Diperkenalkan Sassuolo, Jay Idzes: Halo semuanya Saya Telah Tiba!
BACA JUGA:Peluang Banyak Terbuang, Timnas Indonesia Imbang 0-0 Lawan Palestina di FIFA Matchday
Erick Tohir Singgung Unsur Sabotase. Kecurigaan adanya upaya “mengganjal” timnas Garuda sempat diungkap Erik Tohir di sela perkenalan Alexander Zuer sebagai Direktur Teknik PSSI.
“Awalnya boleh saja kita tafsirkan buruk, ini ada sabotase. Apalagi melawan tim Timur Tengah susah sekali. Tapi saya tidak bisa menuduh tanpa bukti. Yang jelas, kami sudah layangkan surat keras ke federasi Kuwait dan juga melapor ke AFC,” tegasnya.
Erick memastikan, meski lawan berubah, fokus timnas Indonesia tetap sama: menjaga konsistensi permainan menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Simon Tahamata Ingatkan PSSI: Percayai Talenta Lokal. Di tengah hangatnya isu naturalisasi, Simon Tahamata Kepala Pemandu Bakat PSSI memberi komentar tajam.
Menurutnya, Timnas Indonesia tidak seharusnya terlalu bergantung pada pemain keturunan dari Belanda.
“Saya lihat banyak pemain berbakat di sini. Kalau kita terus ambil pemain dari Belanda, lalu anak-anak lokal kapan mendapat kesempatan? Indonesia negara besar, pasti banyak talenta. Tinggal bagaimana kita membina mereka sejak dini,” ujar mantan bintang Ajax itu.
Meski begitu, Simon tak menampik bahwa untuk saat ini naturalisasi masih dibutuhkan demi target jangka pendek lolos ke Piala Dunia 2026. Namun untuk jangka panjang, ia menekankan pentingnya membangun pondasi dari pembinaan usia muda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: