Kejati Sumsel Segera Rampungkan Penyidikan Korupsi YBS Menjerat Tersangka Harobin Mustofa Cs

Kejati Sumsel Segera Rampungkan Penyidikan Korupsi YBS Menjerat Tersangka Harobin Mustofa Cs-Foto: Fadly/sumeks.co-
BACA JUGA:Pidsus Kejari Palembang Periksa Dua ASN BPN Sebagai Saksi Penyidikan Korupsi PTSL 2019, Edison?
Dari catatan redaksi, Edison telah lebih dari satu kali dipanggil dan diperiksa tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel.
Bahkan, dari kabar yang beredar Edison turut dikait-kaitkan terlibat dalam perkara dugaan korupsi jual aset Yayasan Batanghari Sembilan berupa sebidang tanah di Jalan Mayor Ruslan Palembang.
Kejati Sumsel Serius Dalam Dugaan Aliran Dana Korupsi Jual Aset Pemda Rp11,7 Miliar Harobin Mustofa Cs--
Ia tidak mengelak saat diwawancarai terkait pemeriksaan dirinya, untuk didengarkan keterangan dihadapan penyidik Kejati Sumsel bidang tindak pidana khusus.
Dikatakannya, sebagai warga negara yang taat hukum harus menghormati dan patuh pada proses hukum untuk memenuhi panggilan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.
BACA JUGA:Pasutri Pengurus Yayasan Batanghari Sembilan Sumsel Diperiksa Penyidik Kejati
BACA JUGA:2 Kuasa Hukum Kasus Yayasan Batanghari Sembilan Ikut Diperiksa Kejati Sumsel
Berdasarkan data-data yang ada selaku kepala BPN Palembang saat itu ia mencermati bahwa berdasarkan teknis administrasi pertanahan sudah sesuai prosedur.
Disinggung terkait keyakinan Edison tidak terlibat dalam kasus jual aset YBS tersebut, Edison menjawab singkat "Insyaallah mohon doanya".
Dalam penyidikan perkara ini, tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel telah menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi penjualan aset YBS Jalan Mayor Ruslan Palembang hingga merugikan keuangan negara Rp11,7 miliar.
Ketiga tersangka itu yakni Harobin Mustofa selaku Sekda Kota Palembang tahun 2016, kemudian kuasa penjual aset YBS bernama Usman Goni serta mantan Kasi Pemetaan pada BPN Kota Palembang bernama Yuherman.
BACA JUGA:Sidang Korupsi Penerbitan Sertifikat Yayasan Batanghari Sembilan Yogyakarta, Jaksa Hardirkan 5 Saksi
Perkara ini, diketahui juga merupakan pengembangan perkara sebelumnya yang telah diproses hukum dipersidangan yaitu penjualan aset YBS Jalan Punto Dewo Jogjakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: