Asap di Palembang Bahaya! Masyarakat Dibuat Menderita, Tak Cari ‘Kambing Hitam’ Tapi Korban Tampak Dimana-mana

Asap di Palembang Bahaya! Masyarakat Dibuat Menderita, Tak Cari ‘Kambing Hitam’ Tapi Korban Tampak Dimana-mana

Asap di palembang bahaya! masyarakat dibuat menderita, tak cari ‘kambing hitam’ tapi korban tampak dimana-mana. --

PALEMBANG, SUMEKS.CO – Kondisi cuaca semakin tidak bersahabat. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palembang, masif menyebar di sejumlah daerah.

Seolah tidak mau kalah dengan Karhutla di Kabupaten OKI dan Ogan Ilir (OI).

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Palembang pada Sabtu 30 September 2023 mencapai 305.

Artinya, kualitas udara sudah sangat berbahaya dihirup secara langsung. 

BACA JUGA:Kabut Asap Makin Tebal, Gubernur Sumsel Imbau Masyarakat Tidak Menyalahkan Satu Sama Lain

ISPU Palembang terus mengalami peningkatan, kabut asap tebal bisa mengganggu kesehatan pernapasan.

Untuk itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru dan forkopimda, melaksanakan salat istisqa. 

Memohon kepada Allah Swt, untuk menurunkan air hujan.

“Saya pikir ini untuk kita semua. Mudah-mudahan doa kita dalam salat istisqa ini diijabah Allah SWT,” ucapnya, di halaman Griya Agung, Sabtu, 30 September 2023.

BACA JUGA:Kabut Asap Kian Tebal, Dinas Pendidikan Palembang Resmi Keluarkan Surat Edaran, Jam Belajar Dikurangi 10 Menit

Gubernur yang hari ini, 1 Oktober 2023 berakhir masa jabatannya, berharap masyarakat menggunakan masker untuk menjaga kesehatan. Terutama anak-anak.

“Sekali lagi ini bukan untuk kepentingan pribadi. Tetapi kepentingan masyarakat dunia, Indonesia, dan Sumsel,” tuturnya.

Deru meyakini, salat istisqa ini tidak hanya dilaksanakan di Sumsel saja.  

Di belahan dunia termasuk Indonesia, juga banyak dilaksanakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: