Mayoritas Warga Kota Palembang Tolak TPS Dekat Rumahnya, Ngak Tahan Aromanya

Mayoritas Warga Kota Palembang Tolak TPS Dekat Rumahnya, Ngak Tahan Aromanya

Tempat pembuangan akhir sampah Sukawinatan, Kota Palembang.--dok : sumeks.co

Mayoritas Warga Kota Palembang Tolak TPS Dekat Rumahnya, Ngak Tahan Aromanya

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Sebagian besar masyarakat di Kota Palembang menolak kehadiran Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di dekat kediaman mereka. 

Penolakan adanya TPS di dekat rumah warga, dikarenakan khawatir akan timbulnya bau yang mengganggu.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Ahmad Mustain kepada awak media beberapa hari lalu di Palembang. 

"Mereka tolak TPS karena takut bau dekat rumah warga. Akibatnya, timbul lah permasalahan lingkungan yakni sampah tidak pada tempatnya, dikarenakan mereka membuang sampah sembarangan," ungkapnya. 

BACA JUGA:Palembang Produksi Sampah Sehari 1.000 Ton, DLHK Berharap Ada Perusahaan Bantu Kapal Interceptor

Mustain menjelaskan bahwa DLHK Kota Palembang telah semaksimal mungkin mengoptimalkan upaya pembersihan sampah di permukiman warga. 

Petugas DLHK secara rutin melakukan pembersihan sampah di wilayah permukiman agar tidak terjadi penumpukan sampah.

"Setiap hari, petugas kebersihan selalu mengangkut sampah, termasuk di pinggir jalan, agar tidak terjadi penumpukan sampah," jelasnya. 

Selain itu, Mustain juga mengungkapkan bahwa Kota Palembang masih kekurangan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), sehingga masih terlihat tumpukan sampah di pinggir jalan.

BACA JUGA:SMPN 21 Palembang Raih Juara 1 Pungut Sampah di HUT Kota Palembang 2023

Namun, pengangkutan sampah di pinggir jalan tidak dilakukan secara serempak, sehingga terkadang tampak seolah-olah sampah tidak diangkut karena masih ada tumpukan sampah yang belum diambil.

"Namun, kami selalu mengangkutnya setiap hari agar tidak selalu menumpuk. Mungkin hanya masalah penjadwalan yang tidak serempak karena mobil pengangkut sampah ini bergantian," tukasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: