Layang-layang dan Drone Ancam Keselamatan Penerbangan di Bandara Silampari

Layang-layang dan Drone Ancam Keselamatan Penerbangan di Bandara Silampari

Sosialisasi KM 211 tahun 2022 tentang program keamanan penerbangan nasional, di Hotel Amazing Riverside Lubuklinggau, Kamis 10 November 2022..-Foto: Holid/sumeks.co-

LUBUKLINGGAU, SUMEKS.CO - Keberadaan mainan layang-layang dan drone di sekitar Bandara Silampari masih berpotensi mengganggu objek vital nasional di bandara tersebut. layang-layang dan drone dinilai mengancam keselamatan penerbangan di Bandara Silampari.

"Masih sering anak-anak yang main layang-layang. Memang mainnya di luar area bandara, tapi kan mengarah ke area bandara," kata Kepala UPBU Silampari Lubuklinggau, Mega Herdiansyah melalui UPBU Silampari Lubuklinggau, Mega Herdiansyah melalui Humas Subandi saat melakulan sosialisasi KM 211 tahun 2022 tentang program keamanan penerbangan Nasional, di Hotel Amazing Riverside Lubuklinggau, Kamis  10 November 2022.

Dijelaskannya, anak-anak sekitar lokasi yang bermain layang-layang di luar area bandara, namun layang-layang tersebut beterbangan ke arah area bandara.

"Sehingga keberadaannya menganggu penerbangan yang mestinya harus steril dari benda apapun. Karena kan harus steril. Itu kalau masuk ke dalam mesin, engine pada saat mutar, itu bisa mati dan membahayakan. Jangankan layang-layang, burung masuk saja itu bahaya. Bisa menyebabkan gesekan, insiden, bisa keluar api," ungkapnya.

BACA JUGA:Polda Sumsel Bongkar Home Industry Miras Oplosan Beromzet Ratusan Juta di Banyuasin

Meski begitu Subandi mengungkapkan, sejauh ini belum sampai terjadi insiden yang tidak diharapkan.

"Kita juga selalu sosialisasi ke warga, termasuk acara sosialisasi KM 211 ini, kita mengundang ketua RT, Lurah dan sebagainya," kata Subandi.

Selain itu juga, keberadaan drone juga dianggap dapat mengganggu penerbangan. Salah satunya pada Minggu pagi yakni di kawasan Taman Olahraga Silampari (TOS) sering terpantau adanya drone. 

"Benar, Minggu pagi itu sering ada drone. Meski jarak TOS dengan bandara sedikit jauh, akan tetapi radiusnya dekat bandara, itu yang tidak boleh," bebernya.

BACA JUGA:Pulau Kemaro, Objek Wisata Khas Tionghoa dan Legenda Mistis di Palembang

Kemudian gangguan lainnya yakni keberadaan hewan seperti anjing.

"Kalau anjing liar juga masih ada. Itu sebenarnya anjing warga, memang anjing senang di aspal hangat. Tapi kawan-kawan dari Avsec selalu ngambil tindakan dengan mengusir untuk dikeluarkan dari bandara," ujarnya.

Lewat sosialisasi itu, Subandi berharap perangkat daerah terkait seperti lurah dan RT (Rukun Tetangga) agar dapat menyampaikan imbauan kepada warga sekitar Bandar Udara Silampari. 

"Mudah-mudahan Lurah dan RT yang hadir ini bisa memberitahu kepada warga," harapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: