Permohonan Kekayaan Intelektual di Kemenkumham Sumsel Didominasi Pendaftaran Hak Cipta

Permohonan Kekayaan Intelektual di Kemenkumham Sumsel Didominasi Pendaftaran Hak Cipta

--

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Sepanjang Tahun 2022, Kanwil Kemenkumham Sumsel telah menerima sebanyak 1.764 permohonan Hak Cipta.

Kadiv Pelayanan Hukum dan Ham kanwil Kemenkumham Sumsel Parsaoran Simaibang  Minggu 23 Oktober 2022 mengatakan layanan Hukum dari bidang Kekayaan Intelektual masih didominasi pendaftaran  hak cipta setelah itu adalah  permohonan pendaftaran merek sebanyak 691 pengajuan.

Dikatakan Simaibang, jumlah ini mengalami peningkatan dibanding jumlah permohonan di tahun sebelumnya. Ditahun 2020 jumlah pendaftaran Hak cipta sebanyak 1.505 sedangkan di tahun 2021 jumlahnya sebanyak 1.715. Keuntungan dalam pencatatan hak cipta yakni memudahkan pembuktian atas ciptaan yang dimiliki jika terjadi sengketa.

“Untuk memperkuat pelindungan hak cipta, para pelaku seni dan insan kreatif perlu mencatatkan karya ciptanya langsung ke  ditjen kekayaan intektual atau dapat juga melalui kanwil ”, tegas Simaibang .

BACA JUGA:TWKS Palembang Diyakini Tempat Transaksi Jual Beli Kerajaan Sriwijaya

Simaibang menambahkan, total perolehan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kanwil Kemenkumham Sumsel hinggga oktober tahun 2022 atas permohonan paten, merk dan hak cipta mencapai Rp.2.040.925.000. 

Masih kata Simaibang, untuk mengakses persyaratan lengkap dan mekanisme pengajuan, masyarakat juga dapat mengakses website dgip.go.id, dimana permohonan online dapat diakses dengan mudah dan efisien.

“Melalui edukasi dan upaya jemput bola ini kami harap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendaftaran hak cipta”, tutupnya.

Kakanwil Kemenkumham Sumsel Harun Sulianto mengatakan, Untuk memfasilitasi pendaftaran tersebut, Kanwil Kemenkumham Sumsel telah melakukan perjanjian melalui nota kesepahaman dengan instansi pemerintah daerah dan universitas. Beberapa waktu lalu , Lanjut Harun pihaknya  juga sudah bertemu langsung  dengan Rektor Unsri Prof .Anis Saggaf, retor UIN Prof . Nyayu Khodijah dan, dan Rektor  Universitas bina Darma Dr . Sunda Ariana.

BACA JUGA:Datangi Apotek, Polisi Pastikan Obat Sirup Tidak Lagi Beredar di Palembang

Sedangkan guna meningkatkan pemahaman masyarakat berbagai sosialisasi juga telah dilakukan kepada para seniman, pelaku UMKM, komunitas, serta mahasiswa. “Dua minggu lalu kami juga lakukan Diskusi Teknis Lembaga Manajemen Kolektif Bidang Musik Dan Lagu Tahun 2022 di Hotel Novotel Palembang”, kata Kakanwil Harun.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: