Senator Nasdem ini Ajak Pemkab Ogan Ilir Atasi Stunting

Senator Nasdem ini Ajak Pemkab Ogan Ilir Atasi Stunting

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani melakukan reses ke Desa Limbang Jaya 1, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Ahad 28 Agustus 2022. foto: hetty arnita sumeks.co--

INDRALAYA, SUMEKS.CO - Angka stunting di Kabupaten Ogan Ilir masih terbilang tinggi. Untuk itu, seluruh stakeholder terkait harus bekerja sama dan bekerja keras untuk menanganinya.

Masalah stunting di Kabupaten Ogan Ilir juga menjadi perhatian khusus dari Komisi IX DPR RI. Karena itulah, Komisi IX DPR RI bersama BKKBN melakukan sosialisasi di Desa Limbang Jaya 1, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Ahad 28 Agustus 2022.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani mengatakan, sosialisasi yang dilakukan Komisi IX DPR RI bersama BKKBN ini sangat penting untuk pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Ogan Ilir.

"Sesuai dengan program pemerintah untuk menurunkan, kalau bisa mencegah adanya stunting," ungkap Irma kepada SUMEKS.CO.

BACA JUGA: Nama Anies dan Ganjar untuk Pilpres 2024 Menguat Saat Rakernas Nasdem

Ditambahkan senator asal Partai Nasdem ini, pemerintah daerah melalui stakeholder terkaitnya harus semaksimal mungkin untuk menurunkan angka stunting serta mencegah adanya kasus stunting di Kabupaten Ogan Ilir.

"Masyarakat harus tahu kalau dia hamil diwajibkan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas setiap bulan," sarannya.

Kemudian, ibu hamil juga harus mendapatkan kecukupan gizi agar bayi yang dikandungnya dalam 1.000 hari kelahiran bisa normal. Lalu, setelah melahirkan hingga dua tahun bisa juga tercukupi ASI-nya.

"Terakhir, kebersihan jamban atau WC-nya harus dipelihara, agar bayi terhindar dari stunting," lanjut wanita berkacamata ini.

Dijelaskan Irma, bayi stunting tersebut adalah bayi yang gagal tumbuh secara fisik dan bisa juga secara otaknya tidak berkembang dengan baik. 

BACA JUGA:Gowes Bareng Politisi Nasdem, HD Minta Sukseskan FORNAS

"Inilah yang harus kita cegah," tegasnya.

Dia menyarankan kepada Pemkab Ogan Ilir supaya memberikan subsidi gizi kepada ibu hamil. Sehingga, ibu hamil terjaga kecukupan gizinya. Kemudian, Puskesmas juga harus digerakkan.

"Jadi, pendamping keluarga juga harus betul-betul bekerja," kata dia lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: