Banner Pemprov

Kapal Tanker Minyak Kena Hantam Rudal Iran, Perang Arab Makin Ngeri

Kapal Tanker Minyak Kena Hantam Rudal Iran, Perang Arab Makin Ngeri

Kapal tanker kena hantam rudal Iran konflik Timur Tengah. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--

Penasihat presiden UEA, Anwar Gargash, mengecam Teheran, menyebut serangan terhadap negara-negara Teluk sebagai kesalahan perhitungan. Hal itu, katanya, mengisolasi Iran pada saat kritis.

"Perang Anda bukan dengan tetangga Anda," kata Gargash.

"Kembalilah ke akal sehat, ke lingkungan sekitar Anda, dan hadapi tetangga Anda secara rasional dan bertanggung jawab sebelum lingkaran isolasi dan eskalasi meluas," ujarnya.

BACA JUGA:The Zuri Palembang Luncurkan Pasar Ramadhan 2026, Sajikan Kuliner Nusantara hingga Timur Tengah

BACA JUGA:Memanas, Israel Serang 6 Negara Timur Tengah! Indonesia Siap Tuan Rumah Kualfikasi Piala Dunia 2026 Round 4

Merujuk Kementerian Pertahanan, Iran menembakkan 137 rudal dan 209 drone ke target di seluruh UEA. Kebakaran dan asap terlihat di landmark seperti pengembangan tepi laut The Palm dan hotel Burj Al Arab.

Sementara itu di Qatar, tempat pangkalan militer AS terbesar di kawasan itu berada, para pejabat mengatakan Iran telah meluncurkan 65 rudal dan 12 drone ke arah negara Teluk tersebut. 

Dimana sebagian besar dicegat tetapi delapan orang terluka, dengan satu orang dalam kondisi kritis.

Sementara itu para analis menilai negara Teluk kini menjadi sasaran terdepan perang. Meski mendukung dieskalasi dan diplomasi, komitmennya sedang diuji.

BACA JUGA:Innalillahi, Ayatollah Khamenei Tewas Diserang, Apakah Iran Akan Perang Terbuka?

BACA JUGA:Iran Membalas, Gempur 5 Pangkalan Militer AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar

"Negara-negara Teluk saat ini benar-benar berada di garis depan perang brutal ini," kata seorang analis keamanan Teluk, Anna Jacobs.

"Negara-negara Teluk, seperti biasa, ingin mendukung de-eskalasi dan diplomasi. Tetapi komitmen dan prinsip-prinsip ini sedang diuji saat ini," tambahnya.

Jadi, jika Iran terus menyerang negara-negara ini dan semakin meningkatkan eskalasi, akan sangat sulit bagi mereka untuk hanya duduk dan tidak melakukan apa pun.

Perlu diketahui, kerajaan-kerajaan Arab yang kaya minyak dan gas, yang terletak tepat di seberang Teluk dari Iran, adalah sekutu lama Amerika. Mereka menjadi tuan rumah sejumlah pangkalan militer AS.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: