Refly juga menyampaikan, seperti di Kecamatan Lempuing, ada sekolah dijadikan posko sehingga jelas tidak dapat dijadikan untuk proses belajar, jadi dilakukan belajar daring.
"Kami menerima laporan dari kepala sekolah atas perkembangan kondisi banjir di sekolah sehingga untuk kembali bisa belajar di sekolah," terangnya.
BACA JUGA:Bupati OKI Terima Bantuan Darurat Banjir Senilai Rp395,4 Juta dari BNPB RI
BACA JUGA:Layanan Kesehatan Jadi Prioritas, Banjir OKI Mereda
Seperti di Desa Ulak Jermun, Kecamatan SP Padang, SD N 1 mereka mulai Senin kemarin telah menerapkan belajar daring karena sekolahnya terendam banjir. Termasuk pemukiman warga.
"Berharap banjir segera surut sehingga anak-anak bisa belajar seperti biasa di sekolah," ucap Refly.
Diberitakan sebelumnya, bencana banjir yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akibat air sungai Komering dan anak sungai meluap serta hujan yang terjadi terus menerus.
Kini dilaporkan volume air Sungai Komering kembali mengalami peningkatan. Sehingga mengakibatkan rumah sekolah pun terendam banjir.
BACA JUGA:Pulihkan Sawah Terdampak Banjir, Bupati OKI Salurkan 142 Ribu Benih Padi
BACA JUGA:Siaga Banjir, Edison Imbau Kades Aktif Komunikasi
Jadi bukan hanya pemukiman warga saja. Dimana sebelumnya bencana banjir terjadi di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya dan Mesuji.
Bencana banjir kini merendam pemukiman warga di Kecamatan Kayuagung SP Padang, Pedamaran dan Tanjung Lubuk.
Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Listiadi Martin melalui Sekretaris, Nova Trissuyanto, banjir kini melanda kecamatan arah ilir. Tercatat banjir melanda 4 Kecamatan.
Banjir juga menggenangi rumah sekolah yaitu SD Negeri 1 Ulak Jermun Kecamatan SP Padang. Sehingga untuk proses belajar mengajar terpaksa dilakukan daring.